Denpasar (Bisnis Bali) – Ny. Putri Koster mengajak masyarakat Bali terutama kalangan muda untuk terus ‘ajegkan’ budaya Bali, salah satunya dengan melestarikan Bahasa dan Aksara Bali. Ia menghimbau generasi muda tidak gengsi berbahasa Bali.

“Jadi harus mulai dari diri sendiri, anak-anak muda janganlah malu atau gengsi berbahasa Bali, bahkan kita harus bangga menggunakannya,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan “Mlarapan Wulan Basa Bali IKIP PGRI Bali Sayaga Mikukuhin Taksu Adiluhung Budaya Bali” di Aula Serba Guna IKIP PGRI Bali, Denpasar, Sabtu (23/2). Karena menurutnya kita sebagai masyarakat Balilah yang pertama harus menyelamatkan kebudayaan kita.

Pendamping orang nomor satu di Bali itu juga menambahkan, pemerintah juga turut berupaya melestarikan Bahasa Bali melalui regulasi yang telah populer dikeluarkan yaitu Pergub no 80 tahun 2018. Ia menambahkan perlunya regulasi agar penggunaan Bahasa dan Aksara Bali bisa dilaksanakan serentak di seluruh Bali.

“Jika tidak dikeluarkan regulasi, penerapannya tidak akan menyeluruh hanya sektoral semata. Seperti ini saya apresiasi langkah IKIP PGRI melestarikan bahasa Bali namun dengan dikeluarkan Pergub semua pihak bisa meniru IKIP PGRI,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua orang untuk mulai berbahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri. “Kalau bisa panggilan mami, papi, oma, dan panggilan asing lainnya sebaiknya diganti. Mari bangga berbahasa dan menggunakan aksara Bali seperti Jepang dan Korea,” tandasnya.

Sementara Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta SH.,M.Hum. menilai, diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, sehingga bahasa Bali itu tidak punah. Pasalnya, tidak ada yang membuka khusus untuk kurus bahasa bali. “Kalau sampai punah, maka Bali tidak ada aksinya,” ujar Rektor.

Rektor juga memuji komitmen Bunda Putri sebutan akrab isteri orang nomor satu dijajaran Pemerintah Provinsi Bali. “Begitu Gubernur Bali dilantik, langsung bergerak salah satunya ngajegang bahasa bali dan juga seni,” kata Rektor. (pur)