Gelar RAT, KSP Mulia Sejahtera Kantongi SHU Tembus Rp 1,9 M

Ketua KSP Mulia Sejahtera memaparkan pencapaian usaha pada acara RAT tertulis tahun buku 2018

Tabanan (Bisnis Bali) –
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mulia Sejahtera berhasil membukukan sisa hasil usaha (SHU) atau laba mencapai Rp 1,9 miliar lebih pada tahun baku 2018. Pencapaian tersebut sekaligus memposisikan KSP Mulia Sejahtera yang berdiri 2002 dan mengantongi badan hukum pada 2017 lalu menjadi salah satu koperasi di Kabupaten Tabanan dengan memiliki jumlah anggota tergemuk, dengan nilai tingkat kepatuhan yang tinggi selama ini.

Penandatanganan berita acara RAT tertulis KSP Mulia Sejahtera tahun buku 2018

GM KSP Mulia Sejahtera, Drs., Fransiskus M Patarruk., S., Pd di sela-sela menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tertulis di Gedung Kesenian I Ketut Maria di Tabanan, Minggu (24/2) mengungkapkan, pencapaian koperasi KSP Mulai Sejahtera ini karena tidak lepas dari dukungan jumlah keanggotaan yang terus mengalami pertumbuhan hingga kini. Paparnya, selama 2018 lalu untuk keanggotaan mengalami pertumbuhan sekitar 777 orang, sehingga total jumlah anggota adalah 8.005 orang saat ini.
“Dari pertumbuhan jumlah anggota tersebut, kemudian berpengaruh pada pertumbuhan aset usaha yang mencapai Rp10,8 miliar, sehingga akhir 2018 total aset KSP Mulia Sejahtera membukukan pencapaian Rp 85 miliar,” tuturnya pada RAT yang dihadiri oleh Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani, Puskopdit Bali Artha Guna, jajaran pengurus dan anggota KSP Mulia Sejahtera.
Jelas Fransiskus, 2018 dari sisi kredit yang disalurkan mencapai Rp 4 miliar, dari sisi SHU mencapai Rp 1,9 miliar lebih. Akuinya, dari sisi target, baik penyaluran kredit maupun pencapaian SHU ini memang sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penyebabnya, karena kondisi usaha dikalangan anggota KSP Mulia Sejahtera yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil ini mengalami penurunan seiring dengan lesunya kondisi ekonomi pada 2018 lalu, sehingga itu mempengaruhi pada jumlah pengajuan kredit dari tahun sebelumnya.
“Sehingga keuntungan yang ditargetkan mencapai Rp 2,3 miliar pada 2018, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 2017 lalu SHU KSP Mulia Sejahtera mencapai Rp 2,239 miliar, atau 2018 ini ada penurunan sekitar Rp 250 juta,” ujarnya.
Di sisi lain sambungnya, guna membantu pertumbuhan usaha, khususnya kalangan anggota KSP Mulia Sejahtera sekaligus guna menggerakan pertumbuhan kredit yang bisa disalurkan, serta dalam rangka menyikapi persaingan usaha dilembaga keuangan yang makin ketat sekarang ini. Pihaknya, kian menggencarkan pendidikan, pelatihan usaha, hingga pendampingan usaha dikalangan anggota.
“Kami bahkan siap membantu menciptakan usaha baru bagi anggota. Salah satunya, tahun ini kami merangkul pemasaran pada sektor pertanian padi. Nantinya, padi yang dihasilkan tersebut, kami bantu penggilingannya untuk kemudian disalurkan kembali kepara anggota lainnya, baik itu per oragangan maupun anggota yang memiliki usaha warung atau sejenisnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ni Nyoman Yudiani dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pencapaian yang diraih oleh KSP Mulia Sejahtera cukup baik. Itu dicerminkan dari pertumbuhan jumlah anggota, hingga aset. Terpenting lagi bahwa unsur jati diri koperasi sangat terasa, sehingga KSP Mulia Sejahtera ini sekaligus menjadi koperasi di Kabupaten Tabanan yang mengantongi jumlah anggota terbesar saat ini.
“Kami bangga dengan KSP Mulia Sejahtera yang tingkat kepatuhannya cukup tinggi, sehingga menempati peringkat pertama di koperasi bersekala besar di Kabupaten Tabanaan saat ini. Pencapaian tersebut, sekaligus menjadikan KSP Mulia Sejahtera ini sebagai contoh bagi koperasi lainnya sekarang ini,” tegasnya.
Paparnya, saat ini untuk di Kabupaten Tabanan koperasi yang berdiri merupakan sebagian besar adalah KSP, sehingga tingkat kejenuhannya cukup tinggi. Kondisi tersebut belum lagi dijeljali dengan keberadaan lembaga keuangan lainnya, sehingga untuk bisa eksis sebuah koperasi harus dituntut untuk berinovasi agar tidak terjadi kemandegan dalam usahanya.
“Saat ini jumlah koperasi di Tabanan total mencapai 569, dari jumlah itu hampir 99 persen bergerak di simpan pinjam atau unit simpan pinjam. Sebab itu, koperasi di Tabanan dituntut agar selalu berinovasi untuk menyikapi persaingan yang makin berat,” harapnya.*man