SEMINAR - Foto bersama peserta seminar dengan nara sumber yang digelar BKS-LPD bersama LP-LPD Bali di Hotel Puri Dalem, Kamis (21/2) kemarin.

Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk mengikuti perkembangan zaman dan mengatasi persaingan ke depan, Badan Kerjasama (BKS) LPD bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali menggelar seminar yang membahas soal sinergisitas berbasis teknologi. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Puri Dalem, Sanur, Denpasar, Kamis (21/2), juga membahas soal akan dirintisnya gerai pintar yang berbasis digital oleh LPD.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H. M.Si. mengatakan, kegiatan yang mendatangkan pengurus BKS-LPD dan LP-LPD kabupaten/kota di Bali sebagai perwakilan LPD ini merupakan bagian dari upaya menghadapi persaingan melalui peningkat kualitas SDM dengan pemanfaatan teknologi digital. Terlebih lagi menghadapi era revolusi industri (RI) 4.0 menjadi kesiapan yang harus dilakukan LPD. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Karo Ekonomi dan Pembanguan (Ekbang) Setda Provinsi Bali I Nengah Laba, PT Ussi serta Direktur Operasional PT Bank BPD Bali IB Setia Yasa, S.Kom. M.Kom

Dalam  pertemuan tersebut dibahas soal pengembangan pemanfaatkan teknologi digital terlebih lagi akan dirintisnya keberadaan gerai pintar yang bersinergi dengan LPD. Selama ini, Cendikiawan mengatakan  LPD sudah beralih kepada penggunaan teknologi informasi baik dalam hal pengelolaan internal LPD hingga pelayanan kepada nasabah melalui program core LPD ataupun LPD mobile.

Hal ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya PT Ussi Bandung dalam hal pembuatan sistem digital dalam LPD. “Di samping itu kerja sama dengan PT Bank BPD Bali juga akan kita kuatkan kedepan melalui media digital, sehingga terjadi sinergisitas yang baik antara LPD dengan Bank BPD dalam upaya membangun Bali,” jelasnya.

Terkait gerai pintar yang akan dirintis oleh LPD, pria asal Gianyar ini mengatakan, program ini akan berkerjasama dengan warung-warung yang ada di wilayah desa adat. “Secara umum keberadaan gerai pintar ini akan bersinergi dengan LPD, di mana transaksi bisa dilakukan dengan media smart phone, melalui transfer. Pemilik warung tentunya merupakan nasabah dari LPD,” jelasnya.

Tujuan program ini untuk meningkatkan antusias masyarakat kepada LPD serta mengurangi perederan uang tunia sesuai harapan pemerintah. Program ini pun dikatakannya memiliki manfaat yang baik bagi desa pakraman ataupun LPD. “Akan terjadi peningkatan perputaran perekonomian yang terjadi di area desa pakraman, termasuk di LPD,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ussi, Tirta Rukmana mengatakan, gerai pintar yang akan dirancang ini memiliki banyak layanan. Selain bisa membantu transaksi online di warung-warung rekanan LPD, melalui gerai pintar ini masyarakat juga bisa melakukan transaksi LPD seperti pembayaran kredit, nabung dan sebagainya melalui warung rekanan LPD. “Termasuk dalam program ini juga bisa menjadi e-commerce LPD,” terangnya. (wid)