Mangupura (Bisnis Bali) – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof. Mohamad Nasir membuka secara resmi Forum Kelitbangan Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2019, Kamis (21/2)  di Puspem Badung. Kehadiran Menristekdikti didampingi Sekjen Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im dan Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Ir. Jumain Appe.

Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara melaporkan, forum kelitbangan ini tujuannya membahas isu-isu aktual dan strategis yang pada 2019 ini mengambil tema “Peran strategis lembaga litbang daerah dan ASN dalam era industri 4.0”. Pemilihan tema ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah gencarnya mempersiapkan seluruh komponen bangsa, agar paham, bergerak cepat,  bahkan berlari untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Di Badung, Bupati telah menyikapi tantangan revolusi industri 4.0, melalui sejumlah program strategis. Beberapa kebijakan strategis yang telah dilaksanakan adalah pemberian laptop kepada siswa kelas 4 SD pada sekolah negeri se-Badung tahun 2016, siswa kelas 5 SD tahun 2017, siswa kelas VII dan gurunya tahun 2018, bahkan juga kepada para pejabat eselon dan staf teknis pada seruruh perangkat daerah di Badung. Selain itu telah dilakukan pemasangan CCTV di objek wisata dan lokasi strategis, penyediaan fasilitas wifi gratis di seluruh banjar, pengembangan aplikasi e-kinerja, e-absensi, serta beragam layanan publik berbasis digital dalam kerangka mewujudkan Badung Smart City dan Smart Society. “Inovasi lainnya yang juga sedang dilaksanakan pada 2019 yaitu pengembangan Agro Tekno Park di Petang yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat perdesaan dan sektor pertanian berbasis pada pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi,” jelasnya.

Bupati Giri Prasta mengatakan, sejak mengawali tugas selaku Bupati Badung pada 17 Februari 2016, dilandasi oleh filosofis ajaran Trisakti Bung Karno yang dimplementasikan melalui PPNSB dengan langsung mendorong percepatan Badung menuju smart city. Langkah awal yang dilakukan melalui pengembangan di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan dan investasi yang berbasis teknologi informasi. Didorong pula melalui pengembangan inovasi untuk mendorong kreativitas di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Badung.

Di sektor kesehatan, telah diterapkan sistem komunikasi Badung sehat, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan cepat, baik melalui layanan ambulance desa, home care maupun untuk rujukan, layanan di puskesmas maupun layanan RSUD Mangusada yang berbasis layanan 24 jam. Di perangkat daerah, inovasi layanan berbasis teknologi informasi juga telah dilakukan, terpusat di Badung Command Center. “Langkah tersebut kami lakukan secara komprehensif dan terencana, agar Badung siap serta mampu menghadapi kompetisi yang amat ketat pada era revolusi industri 4.0.

Menristekdikti RI, Mohamad Nasir mengapresiasi langkah Bupati Badung yang telah melakukan inovasi yaitu membentuk Badan Litbang. Dengan adanya Badan Litbang ini, Kabupaten Badung telah bertumbuh besar dengan berbasis dengan teknologi dan inovasi. “Teknologi dan inovasi dikembangkan melalui risert. Riset ada di litbang. Litbang nanti bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayahnya,” katanya. (adv)