Kebaya Telur Asin Paling Diminati

TREN kebaya warna telur asin, masih mendominasi permintaan menjelang Upacara Melasti. Tren ini mulai muncul akhir tahun 2018, dan tetap eksis hingga saat ini.
Yunita, pemilik butik di kawasan Panjer Denpasar mengatakan tren kebaya masih pada brokat dan warna telur asin masih tetap eksis. “Warna telur asin memang soft, sehingga banyak peminatnya. Seperti tren warna fashion dunia yang mengarah ke warna soft dan kembali ke warna alam,” tuturnya Kamis (21/2).

Terkait model, masih berkutat pada kutu baru. “Model kutu baru ini, memang tidak ada matinya. Tetap eksis dari jaman nenek – nenek saya dulu, sampai sekarang masih tetap eksis,” ucapnya.

Diakui model kebaya memang terus berputar, selain model kutu baru saat ini model lengan lonceng juga sedang tren. “Tapi untuk busana ke pura, model kutu baru lebih diminati. Untuk model lengan lonceng lebih banyak digunakan untuk ke kantor dan ke acara undangan,” tandasnya.

Selain itu tren yang masih bertahan hingga saat ini, adalah penggunaan Payet pada kebaya. “Kebaya dengan Payet lebih diminati konsumen. Karena membuat tampilan kebaya menjadi lebih mewah dan elegan,” ucapnya.

Tren tahun ini, Payet lebih banyak digunakan pada pinggiran kebaya. Hal tersebut membuat kebaya terlihat mewah tapi tidak terlalu norak. “Kalau payet pada semua bagian kebaya, terlihat terlalu mencolok. Makanya dengan kebaya pada pinggiran kebaya saja, membuatnya terlihat mewah tapi tetap bersahaja,” pungkasnya. (pur)