Hindari Risiko, Keputusan Beli Rumah mesti Matang

Tabanan (Bisnis Bali) – Keputusan membeli rumah harus lewat pertimbangan matang. Mau beli secara kontan atau kredit pemilikan rumah ( KPR) bisa saja. Namun yang terpenting kesiapan finansial, dan selektif memilih jika itu untuk rumah tinggal maupun investasi.

Pengamat properti, Ida Bagus Udayana Putra, Kamis (21/2) menyampaikan dalam kondisi ekonomi yang masih dalam proses pemulihan peluang di bidang properti tetap ada. Relatif lesunya penjualan produk properti beberapa tahun terakhir menyebabkan harga – harga relatif murah. Ini bagian dari strategi pemasok perusahaan properti agar proyeknya bisa laku. Harga murah dalam hal ini tentu sudah diperhitungkan matang. Artinya menawarkan harga relatif murah kepada konsumen namun tak sampai merugi.

Tindakkan menggenjot pemasaran bagi sebagian pengembang jelas untuk menghindari produk diam alias sulit laku. Lebih – lebih yang menggunakan modal pihak ketiga atau bank, tentu jika gagal dalam pemasaran akan berisiko tinggi. Itu karena beban bunga akan makin tinggi dari pinjaman yang diperoleh dari bank untuk pengembangan proyek.

Dia mengapresiasi optimisme kalangan pengembang tahun ini. Proyek untuk rumah milenial, rumah murah, dan rumah elite tetap ada yang membangun. Ini mengindikasikan tahun politik tak terlalu berpengaruh signifikan terhadap bisnis properti. Terutama pengaruh negatifnya, karena Bali khususnya relatif aman – aman saja. Ini bagian dari kekuatan pebisnis di Bali untuk tetap eksis, dengan terus berinovasi, memanjakan konsumen dengan berbagai kemudahan baik berupa uang muka, maupun fasilitas lainnya. Dia optimis bisnis properti Bali tetap berkembang tahun ini karena kebutuhan pasar yang pesat. (gun)