PERAJIN KERANG - Bola lampu hias, salah satu hasil perajin kerang Desa Serangan.

Denpasar (Bisnis Bali) – Rumah kerang yang mendisplay aneka kerajinan berbahan limbah kerang di Desa Serangan menjadi tempat yang menarik  dikunjungi wisatawan baik lokal,  domestik, maupun asing.  Hal ini sangat positif sehingga promosi produk kerajinan ini mesti dimaksimalkan.

”Semenjak ada rumah kerang di sini banyak kunjungan datang dari perajin asal daerah lain dan pemerintah daerah lainnya yang ingin mengetahui cara membuat aneka kerajinan limbah kerang.  Bukan hanya kunjungan turis lokal dan domestik banyak juga dikunjungi wisatawan mancanegara  yang berlibur di Bali.  Bahkan tiap ada even internasional di Bali,  rumah kerang salah satu tujuan berkunjung.  “Kami senang karena secara langsung kami dipromosikan.  Terbukti sudah ada kunjungan domestik maupun asing yang datang karena informasi dari rekannya yang pernah datang sebelumnya, ” kata pengelola rumah kerang di Desa Serangan Denpasar Selatan,  I Made Kanan Jaya,  Rabu (20/2).

Menurut Kanan Jaya yang pemilik CV Ayu Collection ini bahan baku kerajinan aneka kerang sangat banyak.  Bahan dari limbah kerang yang didapat di seputaran lingkungan di Desa Serangan.  Untuk itu,  pihaknya hanya membuat ide untuk diijadikan aneka. jenis kerajinan.  Seperti untuk suvenir berupa cicin,  kalung, tusuk rambut, bross,  mainan biota laut,  dan juga sudah dapat dibuat untuk tempat sesajen di antaranya jenis bocoran,  dulang,  tempat buah,  tempat tisu,  bola lampu hias,  dan banyak lainnya lagi.

”Kami akan terus berinovasi dengan memanfaatkan bahan limbah kerang.  Sebelum ada rumah kerang memang kami ada kendala pemasaran,  karena harga memang lebih mahal dibandingkan produk sama dengan bahan berbeda.  Karena proses kerjanya lebih rumit dan harga juga menyesuaikan dengan motif.  Kami jual suvenir mulai Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu.  Untuk tempat sesajen kami jual mulai Rp 100 ribu sampai jutaan rupiah sedangkan lampu hola hiasan mulai dari Rp 250 ribu, ” jelasnya sambil mengakui banyak dukungan dan dorongan dari pemerintah sehingga perajin kerang di Serangan terus berkembang.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ir. IB Anom Suniem,  M.M.,  menyebutkan kerajinan kerang di Serangan merupakan satu – satunya ada di Kota Denpasar.  Apalagi kerajinan  dibuat dari limbah kerang dimana limbah yang di olah dan bernilai ekonomi tinggi.  Untuk itu pemerintah akan terus mendorong sehingga perajin kerang terus berkembang.

”Selain kami pasilitasi teknis produksi juga diajak ikut pameran.  Baik lokal maupun  tingkat nasional. Juga diajak studi banding ke daerah perajin kerang,” tandanya.  (sta)