Endek Semi Mastuli, Tinggi Peminat, Harga Terjangkau

KAMBEN endek semi Mastuli, saat ini semakin diminati konsumen. Kualitas dan pewarna yang bagus serta harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu Bali akan melaksanakan upacara Melasti. Hal tersebut memberikan peluang bisnis bagi para pelaku UMKM di Bali. “Permintaan busana adat menjelang Nyepi memang¬† ada sedikit peningkatan, tapi tidak sebanyak saat Hari Raya Galungan,” tutur Ayu Dewi, pemilik butik di Mengwi, Kabupaten Badung.

Selama ini, memang untuk Melasti konsumen cenderung memilih kamben jadi. Namun tahun ini kamben endek, lebih banyak peminatnya. “Kamben endek memang sempat mengambil pasang surut, namun akan tetap eksis. Apalagi saat ini banyak sekali desain baru yang diluncurkan ke pasaran,” ucapnya Rabu (20/2).

Tren kamben jadi tidak dapat menyingkirkan kamben endek lembaran.¬† Kamben tradisional khas Bali ini masih tetap eksis, meski terus digempur produk kamben jadi dan batik yang menyerbu Bali. “Perajin tenun saat ini lebih kreatif dan mulai berinovasi. Sehingga kamben endek tidak terkesan monoton,” tukasnya.

Kamben endek yang sedang tren saat ini adalah semi Mastuli. “Endek Semi Mastuli semakin banyak peminatnya, karena dari segi kualitas dan pewarna semakin bagus. Hampir mirip dengan Mastuli asli, namun tetap ada perbedaan dari segi kualitas,” tandasnya.

Tahun 2019 ini tren endek warna kuning masih mendominasi, tapi untuk Melasti konsumen memilih beragam warna yang cerah seperti merah muda, hijau cerah, oranye dan lainnya. Terkait harga, ia mengaku sangat terjangkau yaitu mulai Rp 155 ribu. (pur)