Mangupura (Bisnis Bali) – Peningkatan kerja sama kemitraan ASEAN dengan Rusia menjadi kerja sama strategis yang harus memberikan manfaat kongkret bagi keuntungan dan kemakmuran rakyat di kawasan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares pada saat memimpin Pertemuan 16th ASEAN-Russia Senior Officials Meeting (SOM) di Kuta, 19-20 Februari 2019. Pertemuan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi dari 10 negara anggota ASEAN dan Rusia.

Ia mengatakan, kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin Iebih dari 20 tahun, telah memiliki fondasi dasar, yaitu kemitraan strategis serta rencana aksi periode 2016-2020. Tantangannya saat ini dan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikannya ke dalam berbagai program kerja sama yang nyata, sehingga dapat memberikan hasil dan manfaat yang kongkret bagi ASEAN dan kawasan. Untuk itu, peran Indonesia sebagai country coordinator periode 2018-2021 akan menjadi sangat signifikan dan krusial. “Kerja sama ASEAN-Rusia ini akan terus kita tingkatkan. Tahun lalu saja, kerja sama di bidang investasi mencapai 45 juta dolar AS dan perdagangan sebesar 18 miliar dolar AS. Kerja sama lainnya seperti peningkatan kunjungan turis juga ditingkatkan,” sebut Jose yang juga menjabat Ketua SOM ASEAN-Indonesia.

Selama Indonesia menjadi negara koordinator kerja sama ASEAN-Rusia, ada tiga bidang kerja sama yang diutamakan, yaitu kontra terorisme, keamanan siber, dan penanganan bencana. Ketiga bidang kerja sama ini dipandang dapat mendatangkan manfaat yang luas, terutama bagi masyarakat di kawasan. Saat ini, ASEAN dan Rusia juga sedang membahas sebuah dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang kerja sama penanganan bencana. Diharapkan ke depannya ASEAN dan Rusia menjadi kawasan dengan tingkat ketahanan (resilient) yang tinggi terhadap bencana alam.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri/ Ketua SOM Rusia, Igor Morgulov menyampaikan bahwa Rusia komit untuk memperkuat kerja sama ASEAN-Rusia di bidang kontra terorisme. Komitmen kerja sama ini tercermin dari berbagai statemen yang telah diadopsi dalam kerangka kerja sama ASEAN dengan Rusia, yaitu Statement of ASEAN and Russia Ministers of Foreign Affairs on Joint Efforts to Counter International Terrorism, EAS Leaders’ Statement on Countering Ideological Challenges of Terrorism and Terrorist Naratives and Propaganda. serta EAS Leaders’ Statement on Countering the Threat of Foreign Terrorist Fighters and Returnees.

Pada KTT ke-3 ASEAN-Rusia di Singapura pada November 2018 Ialu, para pemimpin negara ASEAN dan Rusia mengadopsi Statement of ASEAN and the Russian Federation on Cooperation in the Field of Security of and in the Use of Information and Communication Technologies. “Dokumen ini menjadi pedoman kerja sama antara ASEAN dan Rusia di bidang keamanan siber, di mana kedua pihak sepakat untuk meningkatkan upaya mempersempit kesenjangan digital, termasuk melalui berbagai pelatihan terkait aspek keamanan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” kata Igor. (dar)