Kaum Milenial Marakan Lomba Dharmawacana di HUT WHDI

Ny. Putriningsih Wirna Ariwangsa menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba

Tabanan (Bisis Bali) –
Puluhan peserta yang terdiri dari kaum milenial se-Kecamatan Tabanan ikut marakan berbagai kegiatan lomba serangkaian HUT Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) ke-31. Mulai dari lomba cerdas cermat, dharmawacana dan lomba macepat yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Minggu, (17/2).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan IGN. Supanji, Ketua WHDI Tabanan Ny. Putriningsih Wirna Ariwangsa, beserta seluruh anggota WHDI Tabanan, termasuk Penasihat dan Ketua WHDI masing-masing Kecamatan, juga peserta lainnya yang mengikuti serangkaian lomba yang diselenggarakan WHDI Tabanan.
Dalam sambutannya Ny. Putrinigsih Wirna Ariwangsa menjelaskan tema HUT WHDI kali ini adalah “Peran Wanita Hindu Dharma Indonesia Dalam Melaksanakan Dharma Negara”. tema ini jelasanya sangat tepat dan relevan diangkat di tahun politik yang akan digelar 17 April 2019 mendatang.
“Tema kali ini mengandung makna bahwa keyakinan umat Hindu memiliki 2 kewajiban atau Dharma yang sering disebut dengan swadharma hidup. Swadharma hidup ini meliputi Dharma Agama dan Dharma Negara,” tuturnya.
Paparnya, Dharma Agama dalam artian wajib menjalankan ajaran Weda, dimana ajaran Weda tida hanya memberikan tuntunan untuk berbuat baik, tetapi juga menunjukan jalan untuk dapat mencapai kebahagian dunia. Dharma Negara dalam artian bagaimana WHDI atau umat Hindu bisa menjalankan dan memaknai tahun politik ini dengan damai, sehingga ikut mensukseskan penyelenggaran Pemilu itu nantinya.
“Kewajiban Dharma Agama akan selalu beriringan dengan Kewajiban Dharma Negara. Kedua hal ini tidak pernah terpisahkan, bagaikan dua mata uang logam, berbeda rupa dan bentuk tetapi saling melengkapi satu sama lain. Orang tidaka akan mampu menjalankan kewajiban negara dengan baik apabila sebelumnya tidak memiliki bekal nilai kebenaran Agama,” pungkasnya.
Sambungnya, bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara itu memang tidak bisa dipisahkan. Dirinya mengajak seluruh peserta yang hadir saat itu untuk mencermati salah satu Ajaran Hindu dalam hal memilah dan memilih pemimpin di Tahun Politik ini. Ajaran itu disebutkannya adalah Catur Kotamaning Nirpati yang mempunyai empat bagian. Yakni, Jnana Wisesa Sudha, Kaprahitaning Praja, Kawiryan dan Wibawa.
“Seorang pemilih dalam pemilu haruslah cerdas, sehingga kontribusinya untuk mendukung Pemilu yang berintegritas dan berkualitas dapat dijalankan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, menyemarakan HUT WHDI ke-31 tersebut, WHDI Kabupaten Tabanan gelar berbagai macam lomba. Mulai dari lomba Cerdas Cermat, Dharmawacana dan Lomba Macepat. Sekaligus lomba ini bertujuan untuk membiasakan generasi milenial Tabanan lebih mencintai dan melestarikan warisan seni, adat dan budaya dari para pendahulu juga melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara.
Puluhan peserta yang ikut dalam lomba serangkaian HUT WHDI Kabupaten Tabanan, diantaranya berasal dari anggota WHDI dan kaum millennial di 10 Kecamatan se-Kabupaten Tabanan. Para peserta dinilai oleh tim juri terdiri dari kalangan guru, pihak PHDI Tabanan dan dari Dinas Pendidikan. Nantinya pemenang lomba ini akan dibina dan disiapkan kembali untuk mengikuti lomba di Tingkat Provinsi.*man