Desain Polos Kaos Ogoh-ogoh masih Tren

KAOS Ogoh-ogoh dengan desain polos masih menjadi tren tahun ini, sama seperti tahun sebelumnya. Desain kaos didominasi oleh tulisan sederhana tanpa gambar.

Koko Sapanca, pemilik Patriot 666 Bali, memaparkan orderan kaos ogoh-ogoh mulai masuk awal bulan Februari ini. “Rata – rata meminta desain sederhana, masih sama seperti tahun lalu. Jadi tidak menggunakan gambar ogoh-ogoh seperti yang sempat tren sebelumnya,” terangnya kepada Bisnis Bali, Senin (18/2) di Tabanan.

Orderan rumah produksi sablon  tahun ini mengalami peningkatan antara 30-50% dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun lalu permintaan sepi karena ada larangan membuat ogoh-ogoh oleh sejumlah daerah, dengan alasan Pilgub. Astungkara tahun ini orderan meningkat, apalagi dengan adanya momen hajatan politik tahun ini,” tukasnya.

Tradisi membuat ogoh-ogoh selama ini mampu membuat para pengusaha sablon menggeliat dan mendapatkan keuntungan musiman dari pembuatan kaos seragam bagi pengusung ogoh-ogoh. Hal tersebut tentunya mendatangkan keuntungan besar bagi para pengusaha sablon.

“Bahkan tukang sablon sedikit kelabakan tahun ini karena pemilu, para caleg banyak yang membuat baju juga.Tapi untuk baju ogoh-ogoh tidak ada masuk unsur politik,” tandasnya.

Dikatakan, hampir smua banjar membuat baju ogoh-ogoh minimal 400pcs. Sehingga tahun ini ia menerima order sekitar 5 ribu pcs dan jaritan kaos 5 ribu lebih. “Untuk saat ini saya masih bisa terima order kaos full jadi, tapi kalau jaritan kami sudah tidak bisa mengerjakan,” tukasnya.

Terkait harga, Koko mematok harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu sudah plus stiker dan bender/balihoo, dengan minimal order 200 pcs. “Saat ini permintaan dominan dari bahan kain bagus yaitu katun kombat 32s,” ucapnya. Ditambahkan bahan baku kaos saat  ini sangat mudah didapat, karena di Bali banyak toko kain baru dan toko sudah banyak stok sehingga mereka mempromosikannya lewat diskon. (pur)