Denpasar (Bisnis Bali) –  Atap sirap atau genteng sirap merupakan jenis atap yang populer untuk desain seni yang tinggi. Genteng atap sirap memiliki nilai artistik tersendiri bagi para pecinta rumah unik. Biasanya atap yang berbahan sirap digunakan untuk desain dan perencanaan pembangunan rumah mewah, atap perumahan mewah, gedung mewah, maupun gazebo taman. Bagaimana  seluk –  beluk serta kelebihan dan kekurangan genteng atau atap sirap.

“Atap sirap atau juga disebut atap kayu ulin salah salah satu jenis bahan pembuat atap yang paling populer dan memiliki kualitas yang bagus. Genteng atap sirap ini di masyarakat atau di kalangan arsitek dan desainer rumah sering disebut juga dengan sebutan atap kayu ulin atau atap kayu besi (karena terbuat dari kayu ulin atau kayu besi), ada pula yang menyebut dengan atap kayu bulian. Jenis kayu ini banyak terdapat di Pulau Kalimantan dan merupakan jenis kayu andalan karena kayu tersebut memiliki kualitas yang tinggi. Kayu ulin memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, perubahan cuaca, kelembaban, dan memiliki ketahanan dari serangga,” ungkap Agus Artadana, salah seorang kontraktor di Denpasar.

Dalam pembelian paket genteng atap sirap atau atap kayu ulin ini biasanya diberikan beberapa pilihan. Pilihan jenis atap sirap atau atap kayu ulin berdasarkan bentuk dan ketebalannya, yakni ketebalan 1 –  2 mm dan 4 – 5 mm. Panjang antara 58-60 cm serta lebar kurang lebih 8 cm. Biasanya dijual dalam ikatan. Semua tergantung model dan bentuk atap kayu sirap.

“Jenis-jenis atap sirap sangat bervariasi. Biasanya atap sirap ini berbentuk panjang kerucut. Selain itu ada pula atap sirap atau atap kayu ulin yang berbentuk persegi panjang. Warnanya juga bervariasi, namun genteng sirap yang paling populer adalah yang berwarna cokelat tua dan abu-abu tua. Meskipun demikian sebenarnya ada juga pilihan lain yaitu yang berwarna merah atau cokelat kekuningan,” jelas Gede.

Ditambahkannya teknik pemasangan atap sirap berbeda dengan teknik pemasangan atap yang berupa genteng dan sejenisnya. Pemasangan atap sirap memerlukan tenaga-tenaga ahli di bidangnya dan peralatan yang memadai. Pemasangan jenis atap ini juga memerlukan konsentrasi tinggi dari para tukang, dan tentunya kepala teknisi yang berpengalaman dan bertanggung jawab. Kesalahan pemasangan atap sirap secara teori dan teknik di lapangan, bisa membuatnya mudah bocor. Pemasangan atap sirap yang secara teori tepat dan secara teknis dikerjakan dengan benar oleh tenaga yang berpengalaman, maka akan menghasilkan atap yang kokoh luar biasa, rapi, dan aman dari terjangan derasnya air hujan sampai berpuluh-puluh tahun. Bahkan, jika pemasangannya tepat, akan sangat tahan terhadap goncangan gempa sekali pun.

Secara ringkas kelebihan dan kekurangan atap sirap atau atap kayu ulin adalah sebagai berikut. Kelebihan atap sirap  memiliki kelebihan dari sisi bentuk fisik. Setiap lembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan dan potongan yang unik sehingga terlihat alami. Atap Sirap juga membuat rumah terasa sejuk karena sifatnya yang alami. Atap sirap yang berbahan kayu ulin cenderung awet.

Atap sirap kokoh namun tetap ringan sedangkan kekurangan atap sirap yakni, bahan genteng atap sirap susah didapatkan. Harga genteng atap sirap cenderung lebih mahal, pemasangannya lebih susah bila dibanding jenis genteng keramik atau genteng beton perawatan genteng atap sirap harus teratur. Meski lebih mahal dan lebih repot dalam perawatannya namun banyak orang yang menyukai atap jenis ini karena memiliki nilai seni yang tinggi sehingga tak jarang bangunan yang memanfaatkan genteng atau atap sirap ini disebut bangunan mewah. (ita)