RAT - Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Badung, I Ketut Karpiana (tengah) bersama Ketua Pengurus KSP Artha Mertha Mandiri I Nyoman Suara, Manajer I Made Suwarna serta pengurus, pengelola dan pengawas pada RAT ke-10 KSP Artha Mertha Mandiri, Sabtu (16/2).

Mangupura (Bisnis Bali) – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Mertha Mandiri yang berkantor pusat di Jalan Sri Rama No. 90 Legian, Kuta menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 tahun buku 2018 yang dihadiri oleh seluruh pengurus, pengawas, pengelola dan anggota bertempat di Kuta, Sabtu (16/2) lalu. RAT mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2018 serta merumuskan dan mengesahkan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (RAPBK) tahun buku 2019.

Ketua Pengurus KSP Artha Mertha Mandiri, I Nyoman Suara, S.E., M.Fil.H., dalam laporannya mengungkapkan, penyelenggaraan RAT merupakan bentuk kepatuhan dan tanggung jawab serta kewajiban koperasi. Pengurus wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban program kerja yang sudah dijalankan selama setahun dan rencana kerja untuk satu tahun ke depan yang menyangkut bidang organisasi, manajemen, dan keuangan. “Laporan ini merupakan bahan informasi mengenai kemajuan dan kinerja koperasi selama satu tahun. Ini juga bentuk pertanggungjawaban kami selaku pengurus dan pengelola kepada anggota,” ungkap Suara, didampingi Manajer KSP Artha Mertha Mandiri I Made Suwarna.

Selama 10 tahun perjalanan KSP Artha Mertha Mandiri terus mengalami kemajuan setiap tahunnya, baik menyangkut jumlah anggota, nasabah maupun aset. Saat ini jumlah anggota sebanyak 231 orang dengan jumlah aset sudah mencapai Rp9,7 miliar. Sisa hasil usaha (SHU) yang berhasil dikumpulkan berjumlah Rp 263,5 juta, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp256,8 juta. “Semua ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama anggota, pengurus dan karyawan sehingga anggota bisa merasakan manfaatnya. Ke depan tentu kami berharap koperasi ini terus tumbuh dan berkembang untuk kesejahteraan anggota yang sebagian besar adalah pelaku UKM,” katanya.

Lebih lanjut Suara mengungkapkan, ada beberapa evaluasi terhadap kinerja yang dilakukan, di antaranya pembinaan bidang kelembagaan dengan membenahi dan mengoptimalkan kinerja serta mengembangkan unit-unit usaha yang sudah ada berupa tabungan sukarela, tabungan tahapan, tabungan berjangka serta pinjaman modal kerja usaha, pinjaman pedagang dan pinjaman konsumtif. Selain itu akan digali potensi anggota koperasi melalui simpanan sukarela serta peningkatan pengelolaan administrasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Badung, I Ketut Karpiana menyampaikan apresiasi kepada KSP Artha Mertha Mandiri karena bisa menyelenggarakan RAT sebelum batas akhir Maret 2019. Menurutnya, dalam usia 10 tahun ini sudah tentu banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Untuk itu semua pihak harus ikut menjaga keberadaan koperasi ini agar tetap kuat ke depan. “Saya ibaratkan sebuah pohon, makin tinggi maka rentan diterpa angin kencang. Untuk itu, para anggota yang ibaratnya akar pohon harus kuat menopang agar pohon tersebut tidak tumbang. Selain itu anggota juga harus ikut mengawasi kinerja koperasi ini,” tegasnya.

Salah seorang anggota KSP Artha Mertha Mandiri, I Ketut Werda dari Banjar Pelasa Kuta mengatakan, sudah menjadi anggota sejak koperasi ini berdiri. Pensiunan karyawan hotel ini merasa terjamin dananya tetap aman disimpan di koperasi ini. “Saya hanya berharap semoga KSP Artha Mertha Mandiri makin maju ke depan, sesuai mottonya bersama untuk maju,” katanya. (adv/ dar)