Dodol Penglatan Tembus Pasar Mancanegara

Singaraja (Bisnis Bali) – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng tumbuh pesat. Meski sedang terjadi perlambatan ekonomi, namun UMKM mampu bertahan bahkan ada yang mampu menembus pasar global.

Salah satunya adalah dodol khas Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng. Produk industri rumahan ini tidak hanya laris di pasar lokal bahkan hingga ke pasar oleh-oleh khas Bali hingga ke mancanegara.

Salah seorang perajin dodol, Ketut Some Rika menuturkan, dodol yang sudah dikemas dibanderol Rp30.000. per kilogramnya. Setiap satu minggu sekali ia mengirim 30 kilogram dodol ke pasar oleh-oleh Bali atau dalam sebulan permintaan dodol untuk di pasar oleh-oleh Bali saja mencapai 120 hingga 150 kilogram dodol. “Kalau untuk pasar oleh-oleh yang paling diminati adalah dodol, namun kita tidak kemas secara khusus agar ciri khas dodol khususnya dari Desa Penglatan tidak hilang,” katanya.

Ia menambahkan, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kawasan Desa Pancasari, Pasar Kediri, Pasar Mengwi, dan Pasar Badung. Ia juga menerima pesanan dari wisatawan untuk oleh-oleh dibawa ke negaranya. Begitu juga masyarakat yang bekerja ke luar negeri selalu menyempatkan untuk membawa oleh-oleh dodol khas Desa Penglatan. Hal tersebut secara tidak langsung membawa nama Kabupaten Buleleng dari sektor home industry agar lebih dikenal lebih luas. “Saya menjaga kualitas dodol dari bahan baku yang saya gunakan semua kualitas premium seperti ketan hitam, gula dan lainnya,” katanya. (ira)