Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman). Meski demikian, Bali harus tetap menggarap wisatawan berkualitas.

Direktur Konstruksi dan Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Ngurah Wirawan, Minggu (17/2) mengatakan, saat ini wisman yang menginap di Nusa Dua di antaranya wisatawan Cina. “Sekitar 25 persen wisman menginap di Nusa Dua berasal dari pasar Cina,” katanya.

Ia menjelaskan, pariwisata Bali memiliki potensi besar meningkatkan kunjungan wisatawan Cina ke Bali. Peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya dari sisi kuantitas.

Dipaparkannya, wisatawan Cina yang digarap tentu juga wajib mempertimbangkan kualitas. “Ini dalam rangkaian menggarap wisatawan berkualitas di Bali,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, ITDC juga berharap jumlah wisatawan yang berkunjung ke Nusa Dua bisa mengalami peningkatan, termasuk wisatawan Cina yang menginap di Nusa Dua diharapkan mengalami peningkatan.

Wisatawan Cina menginap di Nusa Dua tentu wisatawan berkualitas. Hal ini dikarenakan, di Nusa Dua didominasi hotel bintang lima.

Ia mengatakan, Pemprov Bali sebelumnya sudah sangat tepat menata pasar Cina. Hal ini untuk menekan praktik penawaran paket wisata murah di pasar Cina.

Ketika wisatawan Cina yang berlibur ke Bali masih didominasi wisatawan budget, tentu akan menyulitkan pariwisata Bali. Bahkan, kedatangan wisatawan Cina dengan paket murah tidak memberikan kontribusi pada pergerakan ekonomi Bali.

Ngurah Wirawan menambahkan, bersinergi promosi dengan Konjen Cina, pariwisata Bali termasuk ITDC mampu menggaet wisatawan Cina berkualitas ke Bali. Pengarapan wisatawan berkualitas untuk mewujudkan pariwisata Bali berkualitas dan berkelanjutan. (kup)