Kantongi Alokasi KUR 2019, Perbankan di Tabanan mulai Tancap Gas

Tabanan (Bisnis Bali) –
Setelah mengantongi alokasi program penguatan modal dari pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2019, sejumlah perbankan di Kabupaten Tabanan mulai tancap gas alias atur strategi untuk upaya pencapaian target tersebut. Di sisi lain, tahun ini alokasi KUR dibandrol meningkat dengan tingkat suku bunga yang tetap, yakni 7 persen per tahun.
Kepala BRI Cabang Tabanan, Anditya Mahendra Krishna, di Tabanan, Rabu (13/2) mengungkapkan, alokasi atau kuota untuk KUR di BRI Tabanan mencapai Rp 475 miliar pada 2019. Paparnya, alokasi tersebut terbagi untuk KUR Mikro mencapai Rp 392.615 miliar, sedangkan untuk KUR Ritel mencapai Rp81.654 miliar.
“Tahun ini suku bunga yang dipatok dari salah satu program penguatan modal pemerintah pusat ini masih tetap sama dengan tahun lalu. Yakni, dibandrol 7 persen,” tuturnya.
Jelas Mahendra, jika dibandingkan dengan aloksi KUR pada tahun lalu, alokasi KUR pada 2019 ini untuk BRI Tabanan mengalami peningkatan hingga 12 persen. Sejalan dengan itu guna mencapai target dari alokasi yang telah diberikan, pihaknya menindaklanjuti dengan menugaskan tenaga marketing khusus KUR, atau tanpa dibebani dengan target kredit lain.
Sambungnya, tahun ini sasaran KUR akan difokuskan ke sektor produksi, itu sekaligus diharapakan akan mampu berimbas pada pergerakan sektor ekonomi riil nantinya. Di sisi lain paparnya, tahun ini untuk persyaratan KUR di BRI masih sama seperti tahun sebelumnya. Selain itu, nasabah KUR BRI tidak akan dikenakan biaya atau free biaya provisi dan administrasi.
Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Made Yasa, di Tabanan mengharapkan, kalangan UKM di Kabupaten Tabanan agar secara maksimal bisa memanfaatkan kredit program KUR. Betapa tidak, dengan suku bunga yang hanya di bandrol 7 persen dari program tersebut, kondisi tersebut sangat meringankan beban usaha, sehingga memberi peluang bagi usaha kecil untuk bisa berdaya saing sesuai dengan target KUR.
Data di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan untuk KUR 2018, serapan KUR terserap keberbagai sektor ekonomi. Diantaranya, penyediaana komodasi dan penyediaan makan dengan rata-rata per debitur mencapai Rp139.356.923, jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan rata-rata per debitur Rp137.500.000, real estate, usaha persewaan, jasa dengan rata-rata per debitur Rp84.672.727, dan pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan rata-rata per debitur mencapai Rp 28.968.418.*man