Buah Bisbul, Langka dan Unik Mulai Diminati

BUAH bisbul atau buah mentega belum begitu banyak dikenal orang. Buah bisbul masih satu kerabat dengan buah kesemek. Buah ini mulai banyak ditawarkan di penjual bibit tanaman, karena saat ini masyarakat cenderung tertarik dengan tanaman buah langka dan unik.

Penjual bibit  tanaman buah Suryati, di Jalan Mawar Sanur Denpasar menuturkan, banyak orang tertarik melihat bibit buah bisbul. “Konsumen banyak yang bertanya, ini bibit tanaman apa dan buahnya seperti apa. Tetapi memang yang berani mencoba menanam belum begitu banyak,” ungkapnya.

Buah bisbul dapat dimakan langsung sebagai buah segar kalau buah ini sudah masak. Selain itu, buah bisbul dapat juga digunakan sebagai campuran dalam membuat rujak. “Bisbul dapat tumbuh baik pada ketinggian mulai dari 0 sampai 800 mdpl, dan pada hampir segala tipe tanah,” ucapnya.

Lahan yang akan digunakan untuk menanam buah bisbul atau buah mentega dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Setelah itu, buatlah lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm kemudian isi lubang tanam dengan pupuk kandang hingga 2/3 bagian lalu biarkan lubang tanam selama 2-3 minggu sebelum ditanami.

“Kalau mau membudidayakan  jarak tanam yang baik sekitar 3×3 m,” tukasnya. Setelah 2 minggu didiamkan, segera lakukan penanaman. Lepaskan plastik polybag dari bibit dengan hati-hati agar media tanam dan perakarannya tidak rusak. Masukkan bibit ke lubang tanam lalu tutup lubang dengan sisa galian yang ada disekitar lubang dan lakukan penyiraman setelah penanaman selesai. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan agar tidak terlalu repot untuk melakukan penyiraman.

Pemeliharaan yang diperlukan, lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu lakukan pula pemupukan tambahan dengan menggunakan pupuk kandang setelah tanaman berumur 2-3 bulan setelah tanam dan penyemprotan hama jika ada. Lakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas liar dan cabang-cabang yang bertumpang-tindih,  begitu pula cabang-cabangnya yang menyentuh tanah. (pur)