Denpasar (Bisnis Bali) – Di hadapan perwakilan krama (masyarakat) dari masing-masing banjar adat, LPD Desa Pakraman Denpasar melaporkan hasil kinerja selama tahun 2018. Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang dilaksanakan di area Pura Desa dan Puseh Desa Pakraman Denpasar pada Sabtu (9/2) sore lalu, LPD Desa Pakraman Denpasar melaporkan laba yang dicapai sebesar Rp306 juta.

Kepala LPD Desa Pakraman Denpasar I Made Sumantra, S.H., M.Hum, menjelaskan, LPD Desa Pakraman Denpasar yang mulai bangkit kembali pada 2011 lalu menunjukan perkembangan sangat baik dari tahun ke tahun. Hingga 2018 aset yang dimiliki sudah mencapai Rp11,5 miliar, dibandingkan aset pada delapan tahun lalu hanya Rp722 juta.

Perolehan laba selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun kedua (2012) laba LPD Desa Pakraman Denpasar mencapai Rp66 juta, tahun berikutnya (2013) Rp84 juta, (2014) Rp140 juta, (2015) Rp201 Juta, (2016) Rp230 juta dan tahun 2017 perolehan laba mencapai Rp275 juta.

“Kami berupaya untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan sistem transparan dalam pengelolaan. Hal ini tiada lain untuk meningkatkan perkembangan LPD ke depan,” ujarnya.

Pada laporan tutup buku tahun 2018, dana pihak ketiga (DPK) atau dana masyarakat yang mampu dihimpun LPD Desa Pakraman Denpasar yaitu Rp4,3 miliar berupa tabungan dan Rp5,5 miliar berupa tabungan berjangka (deposito). Sementara itu kredit yang mampu disalurkan yaitu Rp7,2 miliar.

Atas pencapaian LPD Desa Pakraman Denpasar, Bendesa Adat Denpasar AA Ngurah Rai Sudarma, S.H., M.H. mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pengurus LPD selama ini, mampu mengembangkan LPD yang sebelumnya pernah jatuh. Dari 35 LPD yang ada di Kota Denpasar, LPD Desa Pakraman Denpasar dikatakannya sudah mampu menduduki posisi ke-24 untuk kriteria kredibelitas kerja. “Hal ini tentunya posisi yang baik, mengingat LPD Desa Pakraman Denpasar sebelumnya sempat mengalami degradasi,” ujarnya.

Diakuinya, kinerja para pengurus LPD juga transparan dan sangat efektif dalam operasionalnya yang membuat pengembangan terjadi tiap tahunnya. Untuk lebih meningkatkan perkembangan LPD, pihaknya pun akan berupaya optimal mengajak masyarakat untuk memanfaatkan LPD sebagai tempat meminjam ataupun menaruh dana yang dimiliki. “Hal ini yang kami rasa belum optimal sehingga kedepannya kami akan lebih meningkatkan peran masyarakat untuk LPD,” imbuhnya. (wid)