Terancam Gulung Tikar, Sekolah Swasta Minta Perlindungan Bupati

Mangupura (Bisnis Bali) – Sekolah swasta di Kabupaten Badung kian menjerit. Takut, tak kebagian siswa, puluhan SMP swasta gumi keris pun melayangkan surat ke Bupati Badung.

Surat yang mengatasnamakan belasan sekolah swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala SMP Swasta Kabupaten Badung ini, intinya memohon perlindungan eksistensi ke Bupati Badung. Akhir-akhir ini peserta didik sekolah swasta kian sedikit, lantaran sebagian besar lari ke sekolah negeri.

Surat tertanggal 21 Januari 2019 ini, ditandatangani oleh Koordinator I Nengah Cipta dan Sekretaris I Gede Mahardika dengan diteken oleh 16 kepala SMP swasta.

Dalam surat yang juga ditembuskan ke Komisi IV DPRD dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung ini juga membeberkan beberapa permasalahan yang dihadapi sekolah swasta. Di antaranya, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Badung yang dirasa mengancam keberadaan SMP swasta karena makin sulitnya mendapatkan siswa. Berkurangnya siswa ini otomatis mengakibatkan makin menurunnya kesejahteraan tenaga pendidik di swasta.

Secara historis, pihaknya juga berharap Bupati Badung menjadikan SMP swasta sebagai partnership dalam menyukseskan program pendidikan dasar di Badung. Pada tahun pelajaran 2018/2019, SMP swasta mengaku siap mendukung pelaksanaan UNBK tingkat SMP. Hanya untuk kelancaran persiapannya dan  bila memungkinkan, sekolah swasta minta uluran tangan bantuan Bupati Badung agar bisa melaksanakan UNBK.

Menanggapi hal ini, AAN Ketut Agus Nadi Putra selaku Ketua Komisi IV DPRD Badung, menyebut permasalahan yang dihadapi sekolah swasta adalah permasalahan klasik. Sejak dulu keluhan ini sudah dikemukan oleh sekolah swasta, hanya tidak ada solusi. “Sebenarnya ini masalah klasik. Tetapi, tidak ada solusi sampai saat ini,” ujarnya ditemui di Gedung Dewan, Senin (11/2) kemarin.

Sebagai wakil rakyat, politisi yang akrab disapa Rahtut ini mengaku prihatin dengan keberadaan sekolah swasta. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Badung segera mencarikan solusi untuk membantu sekolah swasta sehingga sekolah swasta tidak sampai gulung tikar.

“Kasihan sekolah swasta. Kalau tidak dicarikan solusi, pasti mereka akan tutup. Untuk itu, kami dorong pemerintah membuatkan formula agar bisa membantu eksistensi sekolah swasta. Bagaimana pun juga sekolah swasta juga pernah berjasa membangun dunia pendidikan Badung,” kata Rahtut.

Menurut politisi Golkar asal Kerobokan ini, untuk membantu sekolah swasta ada  beberapa upaya yang bisa dilakukan. Di antaranya dengan membantu memberikan subsisi pendanaan baik melalui tambahan dana BOS maupun fasilitas dan sarana prasana sekolah. Kalau di sekolah negeri serbagratis, minimal di swasta siswa tidak bayar SPP yakni dengan cara SPP ditanggung penuh oleh pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah memberi ruang kepada swasta merekrut siswa dengan tidak mengarahkan semua siswa ke negeri. “Bagaimana pun negeri kita (sekolah negeri-red) masih amburadul. Daya tampungnya tidak cukup. Kalau tahun ini tidak ada tambahan gedung, macet dah,” bebernya.

Di tengah ketidaksiapan sekolah negeri, swasta mestinya diberdayakan. Sejauh ini, Nadi Putra menyebut perhatian untuk sekolah swasta sangat minim sehingga sekolah swasta banyak yang mati suri.

“Saran kami berdayakan sekolah swasta. Bagaimana pun swasta punya andil untuk kemajuan pendidikan Badung. Jangan dibiarkan mereka mati suri. Badung kan kaya, mestinya bisa berbagi dengan swasta,” kata Nadi Putra. (sar)