Pelaku UMKM Minta Fasilitasi Pasar

Denpasar (Bisnis Bali) – Aneka kerajinan Bali sudah sangat terkenal di mancanegara. Hanya saja belakangan ini kondisi ekonomi lesu, sehingga pasar kerajinan juga turun. Bahkan, sempat beberapa negara dalam kurun waktu tertentu tidak melakukan impor kerajinan Bali. Hal ini juga akibat lemahnya promosi sehingga pelanggan kerajinan Bali tidak aktif membelinya.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali, I Ketut Dharma Siadja, baru-baru ini mengatakan, pasar aneka kerajinan Bali ke negara tujuan terjadi penurunan. Hal ini secara umum disebabkan karena ekonomi global lesu.

Selain itu promosi langsung ke negara tujuan juga sangat rendah, sehingga pelanggan di negara tujuan tidak aktif melakukan pembelian.

“Kalau saja semua yang terkait dengan kerajinan dapat melakukan promosi secara maksimal yakin pembeli akan tertarik. Terutama pihak pemerintah yang terdepan menjadi promotornya. Makin banyak kegiatan ekspor maka makin banyak pula devisa yang masuk,” kayanya.

Menurutnya selain lemahnya promosi, produk -produk yang dihasilkan masih terkesan monoton. Untuk itu para produsen menambah ilmu tren pasar.

“Untuk memperkaya desain kami berharap pihak pemerintah membuat program peningkatan desain dan motif serta lomba-lomba,” katanya.

I Wayan Sumardana, salah seorang pelaku UMKM sangat berharap agar pemerintah memfasilitasi pemasaran. Selama ini pihaknya menjual produk yang inovatif, hanya saja pemasarannya belum maksimal.

Hal senada dikatakan Ketua Himpunan Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah (Hipakenaa) Bali menyebutkan, pasar adalah hal utama bagi perkembangan UMKM.

“Kami sering memfalitasi UMKM dalam bentuk pameran. Ternyata peserta yang kami fasilitasi merasakan hal yang sangat positif. Hal itu artinya pasar hal yang paling penting,” katanya. (sta)