Patut Dicoba, Tanam Sayur Pak Coy di Dalam Polybag

SALAH satu program Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, yaitu menjadikan pekarangan rumah asri dan hijau dengan menanam sayuran dan tanaman obat. Maka teknik menanam sayur pak coy dalam polybag berikut ini patut dicoba. Dengan teknik ini, ibu-ibu bisa menanam sendiri dan memastikan sayur yang dikonsumsi sehat serta bebas pestisida.

Pak coy adalah salah satu dari banyak jenis sayuran hijau yang mudah dan cepat untuk dibudidayakan. Jenis sayur yang satu ini juga merupakan salah satu sayuran yang paling laris karena waktu panennya sangat singkat, yaitu antara 30 sampai 45 hari setelah ditanam.

“Pak coy sangat mudah di taman dan tidak harus di lahan yang luas. Ditanam dalam pot atau polybag juga hasilnya sama,” terang Made Sandi, petani sayur Baturiti Tabanan. Menanam pak coy tidak harus di tanah yang luas. Pakcoy bisa juga ditanam di pot atau polybag berukuran relatif kecil.

Benih pak coy bisa dengan mudah didapat di toko saprodi, harganya juga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp20 ribu per saset. “Satu saset isinya bisa dua ratusan lebih benih. Semaikan benih pada tempat penyemaian,” katanya.

Media tanam yang baik untuk penyemaian yaitu campuran tanah, sekam bakar, kompos dengan perbandingan 1:1:1. “Lubangi media tanam di wadah penyemaian dengan ujung jari dengan kedalaman sekitar satu ruas jari. Masukkan dua biji per lubang,” ucapnya. Tutup lubang yang sudah diberi biji dengan media tanam yang berada di bibir setiap lubang,  tidak perlu ditekan-tekan.  Kemudian siram menggunakan sprayer setiap pagi dan sore. Letakkan benih yang disemai di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

“Sekitar dua minggu pak coy akan tumbuh dan berdaun dua. Berarti sudah siap dipindahkan ke pot atau polybag,” tukasnya.

Siapkan pot atau polybag dengan minimal ukuran 15 cm. Gunakan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1:1). Isi pot atau polybag dengan media tanam secukupnya, jangan terlalu penuh. Lubangi media tanam pada bagian tengah pot, lubang disesuaikan dengan besar gundukan akar pak coy.

“Cabut bibit pak coy dengan hati-hati, jangan sampai akarnya patah. Bisa gunakan sendok atau sekop kecil untuk mempermudah proses pencabutan,” paparnya. Setelah ditanam, siram pak coy menggunakan semprotan air setiap pagi dan sore hari. Setelah dipindahkan sekitar seminggu pertama, jauhkan dari sinar matahari langsung dan letakkan di tempat teduh. Setelah seminggu, pot atau polybag pak coy bisa dipindahkan ke  tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari tapi jangan sinar matahari langsung.

Berilah pupuk secara teratur dengan pupuk organik atau pupuk kandang. Pak coy bisa dipanen sekitar 30 sampai 45 hari dengan cara mencabutnya langsung dari tanah atau dengan memotong batang pak coynya. (pur)