INDUSTRI - Industri rumahan jajanan tradisional di Desa Penglatan, Buleleng.

Singaraja (Bisnis Bali) – Menggali potensi Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng ada banyak sekali ragam kuliner yang bisa dijumpai. Selain dodol, iwel, kaliadrem, gipang dan masih banyak lagi yang keberadaannya sudah terkenal, beberapa masyarakat di Desa Penglatan juga memiliki usaha jajan tradisional yang mungkin jarang bisa dijumpai di daerah lain. Jajan reta ini dibuat untuk keperluan hari raya, upacara adat dan upacara agama.

Namun, tidak jarang juga konsumen yang mencari jajan ini untuk dijadikan sebagai camilan. Jajan reta yang diproduksi Ketut Soma Rika dari Desa Penglatan ini cukup laris di pasaran. Bahkan, dalam sehari ia mampu memproduksi hingga 1.000 pcs jajan reta. “Kalau hari raya beda lagi permintaan bisa dua kali lipat, sejauh ini pemasaran sudah sampai keluar Buleleng,” katanya.

Adapun bahan-bahan lain yang dibutuhkan seperti kelapa parut, garam. Adonan tersebut lalu dikukus selama 30 menit sampai matang, setelah adonan dingin lalu dicetak atau dibentuk menurut keinginan, yaitu berbentuk angka delapan, gelang-gelang ataupun bungan-bungaan. Selanjutnya adonan yang telah dicetak digoreng pada wajan dengan minyak kelapa, setelah matang terus didinginkan. “Bentuknya kita buat khusus satu motif agar memiliki ciri khas,” katanya.

Di permukaan jajan reta bisa diberikan atau dioleskan larutan gula pasir dengan dicampur pewarna makanan agar jajan terlihat lebih cantik tentu dengan perpaduan renyah gurih juga manis. Untuk satu pcs jajan reta dibanderol Rp1.000. “Kalau jual secara grosir saya jual per dus dengan harga Rp50.000 dengan isian 65 pcs jajan reta,” katanya. (ira)