Beli Rumah di Usia Muda lebih Menguntungkan

Denpasat (Bisnis Bali) – Kebutuhan terhadap tempat tinggal seperti rumah termasuk kebutuhan primer manusia. Artinya setiap orang membutuhkan tempat tinggal karena tanpa memiliki rumah orang tidak akan bisa hidup secara normal. Terutama bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan, kebutuhan akan rumah atau akan semakin meningkat agar kehidupan keluarganya bisa berjalan secara manuasiawi.

Pemerhati dan pebisnis properti, Ir. Made Adnyana Senin (11/2)  menegaskan  tiap orang akan butuh rumah tinggal untuk keluarga. Untuk itu dalam kondisi sekarang ini sangat cocok melakukan investasi masa depan. Itu karena banyak rumah yang dijual jauh di bawah harga pasar.

”Khususnya untuk generasi muda yang sudah merniliki pekerjaan. Walaupun belum berkeluarga sangat tepat melakukan investaai masa depan dengan membeli rumah tinggal. Misalnya generasi muda yang berumur 21 tahun. Artinya secara hukum mereka sudah dianggap secara penuh cakap bertindak atas nama diri sendiri. Untuk bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, dan mengelola hutang termasuk di antaranya membeli rumah atau properti lainnya dengan menggunakan fasilitas kredit seperti KPR,” kata Adnyana.

Menurutnya, jika generasi muda yang produktif mau membeli rumah sejak usia dini, hal itu akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat. Hanya perlu waktu di atas 10 tahun saja atau saat  sudah berusia di atas 35 tahun. Rumah dan pengetahuan untuk membeli properti yang tepat adalah harta yang paling berharga, selain keluarga.

”Di era digital ini kaum muda mendominasi bisnis. Keputusan untuk membeli rumah atau hunian lainnya harus secepatnya diambil oleh generasi muda yang baru saja memasuki dunia kerja. Semakin muda usia saat membeli rumah, maka akan semakin baik karena masa muda masih belum banyak tanggungan,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang generasi muda yang aktif menekuni bisnis zaman digital, IB Udayana memiliki prediksi untuk beberapa tahun ke depan ini ekonomi akan semakin bertumbuh. Seiring pertumbuhan ekonomi biasanya bisnis properti akan bergeliat. Maka itu, dia bersama  anak muda lainnya mencoba melakukan investasi masa depan dengan membeli beberapa unit rumah tinggal.

”Kebetulan dapat harga yang lumayan murah, karena pemiliknya kepepet. Untuk sementara beberapa bagian bangunan direnovasi dan kemudian disewakan. Biar ada hasil, mudah – mudahan beberapa tahun ke depan harga naik,” harapnya. (sta)