Wakil Bupati Bangli Resmikan Yayasan ABSA

Bangli (Bisnis Bali) – Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyoroti dampak baik dan buruknya teknologi saat peresmian Yayasan Amara Bhawana Sastra (ABSA). Menurutnya, “Di satu sisi perkembangan teknologi merupakan jendela pendidikan dan sumber pengetahuan namun , dengan berbagai keadaan kondisi saat ini ,serta kemajuan teknologi yang begitu pesat , hal ini tidak semata – mata akan menghadirkan kesejahteraan bagi kita , tapi di satu sisi kalau tidak benar kita mencermati maka bisa menjadi sumber permasalahan yang harus dihadapi,” ungkap Wabup Sedana Arta.

Melihat begitu pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini, selain sebagai pendidik sesuai visi dan misinya, peran  yayasan ini diharapkan menjadi pendamping dan motivator untuk pemahaman yang baik kepada generasi muda sehingga arah generasi muda, bisa sesuai tujuan dan tuntutan zaman, mampu menjawab arah tantangan kondisi yang ada di zaman sekarang ini, dan berkompetisi untuk berprestasi. ”Ingat, sesuatu yang baik tidak harus dilakukan saat kita besar, tetapi kita mulai dari hal yang kecil,” ujar Wabup Sedana.

Ia berharap dengan diresmikannya yayasan  ini benar-benar murni menjadi  yayasan sosial yang berorientasi kemanusiaan, mempunyai visi misi kebaikan sebagai yayasan yang bergerak dibidang sosial , mempunyai maksud dan tujuan yang mulia di bidang kemanusiaan , dan senantiasa membantu meringankan beban masyarakat sekitar, terutama masyarakat yang tidak mampu.  “Dengan melakukan aksi sosial yang bermanfaat dan tepat sasaran, untuk membantu menangani permasalahan sosial yang dihadapi, niscaya Yayasan ABSA ini akan selalu berkembang , eksis dan slalu ada dalam benak masyarakat,” tutup Wabup.

Ketua Yayasan ABSA, I Wayan Juni Artayasa mengatakan yang melatarbelakangi hingga membentuk sebuah yayasan ini, ketika dirinya melihat kondisi masyarakat, dimana banyak  bermunculan permasalahan kesenjangan sosial di bidang pendidikan. Menurut Wayan Juni  kesenjangan yang dimaksud adalah banyak muncul bimbingan belajar berbayar yang tidak bisa dijangkau oleh sebagian lapisan masyarakat khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Selain itu semakin berkurangnya sikap jujur, berbudi pekerti luhur pada anak-anak zaman sekarang dimana sering kurang menghargai orang tuanya di rumah maupun guru di sekolah. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari yayasan ini. “Untuk membantu masyarakat dan orang – orang yang membutuhkan dalam bidang sosial, pendidikan dan keagamaan tanpa memandang agama, suku bangsa, ras, status sosial usia dan apapun adanya, namun dengan kata membutuhkan akan dinilai berdasarkan tiap permasalahan orang,” katanya.

Hal tersebut diharapkan tercipta visi dari yayasan ABSA untuk membentuk generasi cerdas berkarakter dan berbudaya, menanggulangi kesenjangan sosial dimasyarakat, mengurangi beban ekonomi , sosial dan dapat mempasilitasi  kegiatan keagamaan di masyarakat yang kurang mampu. (ita)