Mangupura (Bisnis Bali) – Pelaksanaan sport tourism tidak semata mendatangkan atlet dan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sport tourism akan memberikan dampak ekonomi lebih luas terhadap pariwisata Bali ketika mampu menjadi tuan rumah sport event berskala internasional.

Wakil Ketua TPPE Kemenpar RI, Dr. Ricky Avenzora, Jumat (8/2) mengatakan, sport tourism itu akan menjadi salah satu ikon utama dunia. Seperti pelaksanaan Asian Games di Indonesia mampu mendatangkan para atlet dan wisman ke Indonesia melalui ajang sport event berskala internasional.

Ia menjelaskan, perkembangan modernisasi yang menjadikan berbagai kegiatan sport tourism diminati wisatawan dunia. Ini seperti bersepeda, lari marathon, dan lainnya. Kegiatan sport tourism tentunya tidak diikuti para atlet. Banyak wisman secara umum ingin mengikuti kegiatan sport event seperti lari marathon berskala internasional yang diselenggarakan di Bali.

Menurutnya, masyarakat dunia tentu tidak hanya bekerja. Mereka membutuhkan aktivitas olahraga termasuk kegiatan olahraga bersama yang dikemas dengan sport event.

Ia melihat makin tingginya perhatian masyarakat dunia terhadap kesehatan akan menggeliatkan pelaksanaan sport event. “Apalagi peserta sport event ini mendapatkan hadiah sebagai pemenang tentunya menjadi prestasi yang sangat gemilang,” katanya.

Banyak pecinta sport tourism ini berawal dari hobi dan kegemaran mengikuti olahraga. Potensi ini perlu digarap oleh pelaku pariwisata, asosiasi olahraga bersama para event organizer untuk menyelenggaraan sport event. Seperti di Bali mampu menyediakan stadion berskala internasional bisa saja mendatangkan klub sepak bola dunia. Ini termasuk menyelenggara sport event lain yang bisa menarik wisatawan ke Bali.

Untuk menggaet wisatawan mengikuti sport tourism, sport event tentu harus melalui proses promosi. Promosi sport tourism melalui pelaku pariwisata akan memudahkan mendatangkan para atlet dan wisman yang memiliki hobi sport tourism.

Ia menegaskan, dalam konteks pariwisata Indonesia sport event ini bisa dilakukan di beberapa tempat secara bergilir. Seperti lari marathon bisa dilakukan di awali di Bali selanjutnya di Yogyakarta dan daerah lain. Dengan pelaksanaan sport event secara bergilir, wisman akan makin banyak mengenal kawasan Indonesia.

Ricky Avenzora meyakini Bali memiliki potensi besar menyelenggarakan sport tourism berskala internasional. Hanya saja pengembangan sport tourism harus dibuat dengan perencanaan yang jelas. (kup)