Siasati Lahan Sempit, Rumah Minimalis Modern makin Berkembang

Denpasar (Bisnis Bali) – Saat ini ketersediaan lahan makin terbatas pun harganya kian melambung. Ini yang memacu munculnya berbagai model atau desain rumah modern minimalis. Demikian, arsitek profesional, Agus Afandi, Jumat (8/2).

Dikatakan, konsep rumah modern minimalis tak hanya berkembang di perkotaan tapi juga kawasan pinggiran. Penyebab utamanya adalah menyiasati kepemilikan lahan yang relatif sempit. Jadi dalam rumah modern minimalis itu bisa dioptimalkan desainnya sehingga mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen. Umumnya rumah modern minimalis tipe 36/70 m2 di dalamnya terdapat dua kamar tidur, ruang tamu sekaligus keluarga, dapur, MCK, teras, dan sisa lahan sedikit di bagian depan dan belakang untuk jemuran serta lobi atau teras rumah. Penataan yang proporsional akan memberikan rasa nyaman bagi penghuni rumah.

” Konsep rumah modern minimalis sudah berkembang cukup lama namun di tahun ini makin ramai dengan penataan ruang yang lebih baik, imbuhnya.

Mengutip Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung  di 2019 akan ada beberapa jenis properti yang bakal jadi tren di 2019. Menurutnya, properti-properti tersebut akan mementingkan kualitas bangunan daripada luas bangunan.

Ada tiga properti yang akan menjadi tren menurut Untung, yang pertama micro house. Menurutnya, micro house adalah rumah dengan tanah yang kecil, namun kualitas dan isinya bagus.

“Jadi sekarang itu zamannya quality over quantity, pertama ada micro house nah rumah ini tanahnya di bawah 70m, 60, 40, tapi secara kualitas mewah meskipun tanahnya kecil. Ini sudah banyak terjadi di Jepang, ini akan segera ramai di sini,” ungkap Untung, pada Acara Property Outlook 2019, di Hotel JS Luwansa, baru – baru ini.

Selanjutnya, Untung mengatakan tren terbaru lainnya adalah rumah dengan penggunaan dekorasi yang bagus. Menurutnya, kini rumah dengan dekorasi yang bagus akan lebih dilirik.

“Selanjutnya rumah dengan aspek decoration yang tinggi, orang Indonesia secara culture itu tidak visual. Banyak, rumahnya gede gede luarnya megah tapi dalamnya berantakan, nah generasi sekarang menuju ke sana, unsur pentingnya sekarang dekorasi rumah,” ungkap Untung.

Lalu, Untung memaparkan properti yang akan menjadi tren selanjutnya, yaitu rumah co-living. Menurutnya, yang satu ini merupakan jenis baru yang cukup mendapatkan respons baik.

“Ada juga co-living, mereka itu sistemnya sewa kamar sendiri tapi public area barengan, macem kosan. Cuma karena ini baru saya nggak bisa prediksi jadi tren cuma setidaknya bisa dalam short term,” ungkap Untung. (gun)