Pengelola Koperasi harus Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Denpasar (Bisnis Bali) – Masih banyak anggota koperasi yang belum memahami perkoperasian dengan benar, sehingga banyak pula yang akhirnya berbuat masalah. Terutama anggota sebagai peminjam sering kali tidak mengembalikannya. Oleh karena itu, pengelola koperasi wajib melaksanakan prinsip kehati-hatian, sehingga koperasi yang dikelola terhindar dari masalah kredit macet.

Ketua KSP Wikan, I Ketut Widartha, S.E., Jumat (8/2) menjelaskan, dalam kinerja manajemen koperasi yang bertanggung jawab adalah pengurus koperasi selaku pengelola. Jika KSP dikelola manajer, maka manajer hanya bertanggung jawab kepada pengurus koperasi. Kemudian pengurus yang bertanggung jawab dengan anggota selaku pemilik KSP. Maka itu, dalam  kinerja koperasi agar terhindar dari masalah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

”Prinsip kehati-hatian juga tuntutan dari anggota sebagai pemilik KSP, sehingga kinerja manajemen dapat berjalan lancar. Dengan mengedepankan  prinsip kehati-hatian akan menjawab rasa waswas kinerja yang buruk,” kata Widartha.

Menurut Widartha hampir semua pengurus koperasi atau pengelola yang sudah mengetahui ada lima prinsip kehati-hatian, yakni yang biasa disebut 5C.

”Inilah prinsip kehati-hatian yang wajib dilakukan pengelola koperasi. Jika dasar-dasar ini dijalankan, koperasi akan aman dan berkembang pesat. Apalagi ada jurus yang lainnya yang juga untuk kebaikan dan kelancaran kinerja koperasi. Patut dilaksanakan dan untuk jaga-jaga agar kinerja koperasi tidak terganggu. Sebenarnya prinsip kehati-hatian ini hanya wajib dijalankan kepada anggota. Padahal, anggota sebagai pemilik KSP juga sudah wajib menjaga kelangsungan koperasi. Hal yang tidak mungkin terjadi jika ada anggota yang dengan sengaja lalai dan membuat masalah dengan koperasinya sendiri,” katanya. (sta)