Singaraja (Bisnis Bali) –  Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Buleleng menggandeng para usahawan muda yang tergabung dalam Wirausaha Muda Singaraja (WMS) untuk memproduksi tas ramah lingkungan yang berbahan nonplastik. Kerja sama ini berbentuk fasilitasi pemasaran tas ramah lingkungan yang diproduksi oleh WMS. Selain itu hal ini juga menjadi salah satu dukungan impelentasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Upaya Diskop UKM tersebut tampak pada saat digelarnya Pasar Pangan Lokal yang dilaksanakan di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, pada Jumat (8/2). Sebanyak 500 buah tas habis terjual hanya dalam waktu setengah jam.

Kepala Diskop UKM Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Swatantra, MMA menjelaskan, pembuatan tas ramah lingkungan ini tujuannya untuk mendukung peraturan Gubernur Bali tentang pembatasan sampah plastik dan untuk mendorong masyarakat untuk mengurangi atau membatasi penggunaan tas plastik guna menjaga  lingkungan  dalam mengurangi sampah plastik. “Pemanfaatannya dapat lebih memasyarakat,“ jelasnya.

Ide pembuatan tas ramah lingkungan ini datang dari  Diskop UKM Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan WMS sebagai wadah perkumpulan para pengusaha muda dan UKM di Buleleng. Selain dijual di tempat pameran, tas ini juga bisa dibeli di Sekretariat WMS dengan harga Rp10 ribu. Selanjutnya untuk masalah desainnya atau warna masih dalam proses.

“Ya penjualan tas ini adalah untuk mendukung peraturan Gubernur Bali yang membahas tentang pembatasan sampah plastik di mana tas ini terbuat dari bahan yang ramah lingkungan tidak mengandung bahan plastik dan cepat terurai,” ucap salah satu perwakilan dari WMS, Gede Richard Pramudita.

Sementara itu Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng , Drs. Gede Suyasa, M.Pd usai membeli tas mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, tas ramah lingkungan ini tentu dapat membantu mengurangi limbah plastik atau kresek plastik yang digunakan masyarakat. ”Produksi tas ini kami dukung, sehingga permasalahan sampah plastik dapat dikendalikan,” pungkasnya. (ira)