Tenun Songket Motif Bunga Dominasi Penjualan

Singaraja (Bisnis Bali) –  Selain warna, motif juga menjadi salah satu daya tarik pada tenun songket. Seperti halnya songket khas Desa Jinengdalem, saat ini yang paling banyak diminati adalah songket dengan motif bunga seperti mawar dan matahari atau masyarakat menyebutnya dengan (sungenge).

Motif juga membawa karakter tersendiri bagi si pemakai. Kesan feminim dan lembut pun terpancar meski motif bunga ini cenderung mendominasi dengan tenunannya bunga yang besar-besar namun tidak terlihat ramai. Hal itu diungkapkan Ketut Sakrianing salah seorang perajin tenun songket dari Desa Jinengdalem Buleleng.

Ia mengungkapkan, motif – motif bunga ini mulai tren di awal tahun 2019 ini. Bahkan peminat songket motif bunga ini cenderung datang dari kalangan ibu – ibu muda hingga remaja. Untuk tenun songket motif bunga ini biasanya mampu dikerjakannya hanya dalam waktu dua minggu saja. “Motifnya tidak terlalu rumit sehingga mudah dikerjakan,” terangnya.

Untuk motif bunga memiliki harga jual yang bervariatif tergantung teknik pewarnaan yang dilakukan. Mulai dari Rp1,5 juta per pcs hingga Rp 3 juta. “Ada yang minta di lasem ya harganya berbeda lagi,” imbuhnya. (ira)