Ketut Suparto, Harus Optimis

SEBAGAIMANA program Pemprov Bali dan kabupaten/kota yang sedang menggalakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Kabupaten Buleleng khususnya yang bergerak dalam industri kecil dan menengah (IKM) juga perlu makin diberdayakan.

Pemberdayaan bisa dilakukan dengan melaksanakan bimtek ataupun pelatihan-pelatihan kepada pelaku IKM itu sendiri. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buleleng, Ketut Suparto usai menghadiri kegiatan Bimtek Produksi dan Kewirausahaan IKM belum lama ini.

Ketut Suparto mengatakan, IKM ini juga menjadi salah satu pendorong visi dan misi program 12 PAS yang telah diprogramkan Pemkab Buleleng yang salah satunya adalah pembangunan di bidang ekonomi. Oleh karenanya  khusus pada IKM yang bergerak pada anyaman bambu, pandai besi dan ukiran kayu yang merupakan salah satu produk unggulannya Buleleng bila mana ikut serta dalam pelatigan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Dibimbing oleh instruktur yang sudah berpengalaman tentu ke depannya diharapkan mampu meningkatkan kewirausahaannya dan juga meningkatkan produksi serta kualitas produksi,” katanya.

Pihaknya mencontohkan Desa Tigawasa yang menjadi salah satu sentra perajin anyaman bambu, dengan desain khas tradisional yang sudah ada dari sejak dulu serta ditambah lagi dengan bimbingan inovasi tentu nantinya diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal juga nasional hingga internasional. (ira)