Kain Songket Khas Desa Jinengdalem Buleleng tetap Lestari dan Diminati

Singaraja (Bisnis Bali) –  Salah satu yang menjadi ciri khas Kabupaten Buleleng adalah tenun Songket. Songket Khas Buleleng hingga kini masih tetap diminati di pasaran karena kualitasnya yang tinggi dan  bersaing. Salah satu Desa sentra kerajinan Songket Khas Buleleng adalah Desa Jinengdalem di mana sebagian masyarakatnya masih aktif menenun songket sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya khas Buleleng.

Ketut Sakrianing salah satu perajin Tenun Songket Khas Buleleng dari Dusun Bukit Desa Jinengdalem Buleleng ketika diwawancarai Bisnis Bali, Rabu (6/2) siang mengatakan, songket khas Desa Jinengdalem menjadi incaran banyak kalangan terbukti dengan terus meningkatnya permintaan songket oleh pengepul.

Dalam sebulan bisa terjual 4 – 5 songket dengan berbagai motif dan model. Harga kain songket yang ditawarkan cukup fantastis mulai Rp1,5 juta  hingga Rp3,5 juta per pcs sesuai dengan motif dan tingkat kerumitan dari kain songket tersebut. “Harga makin tinggi seiring dengan kualitas songket seperti yang sudah dilasem karena bebas dipakai tanpa khawatir luntur,” terangnya.

Ia mengatakan motif songket yang saat ini banyak diminati adalah motif bunga – bunga seperti mawar dan matahari. Motif songket sangat beragam selain itu kain songket ini juga terkenal memiliki kualitas kain yang kuat, tahan lama dan tidak mudah rusak dan tidak mudah luntur karena menggunakan tehnik pewarnaan dengan warna alam sehingga banyak digunakan untuk beberapa kegiatan keagamaan seperti pernikahan, potong gigi dan acara keagaman besar lainnya. (ira)