Budi Daya Cacing jadi Model Pertanian Terintegrasi

CACING tanah memiliki fungsi penting bagi kesuburan tanah. Namun penggunaan pupuk kimia dan pestisida, membuat binatang tersebut menjadi mati. Mengetahui hal tersebut, petani Desa Yeh Mampeh, Batur Selatan, I Wayan Badan, mulai membudidayakan cacing tanah dan mengembangkan pertanian terintegrasi.

Wayan Badan mulai membudidayakan cacing tanah ini sejak 1998. Budi daya cacing dikatakan gampang sekali hanya memanfaatkan limbah organik. “Kelebihan memelihara cacing ini, kita bisa mendapatkan pupuk. Di sisi lain kita bisa manfaatkan cacing menjadi obat,” paparnya kepada Bisnis Bali, di Bangli.

Selain itu keunggulannya adalah ketika petani ada kesibukan, tidak perlu sibuk mengurus cacing karena cacing bisa bekerja sendiri menghasilkan pupuk bagi petani. “Jadi ini bisa merupakan budi daya sampingan bagi petani tanpa harus dilakukan perawatan secara khusus,” ungkapnya.

Untuk budi daya sangat mudah, semua kotoran organik bisa dijadikan sebagai media berkembangbiaknya cacing dan diubah menjadi kompos. Kotoran organik ini juga sangat cocok dan membuat cacing cepat bisa berkembang biak.

“Kotoran apa juga bisa digunakan tidak hanya kotoran sapi. Seperti petani di Susut yang saat ini juga mengembangkan cacing mereka menggunakan kotoran babi,” tukasnya. Sementara petani yang di Jehem, Bangli menggunakan sisa blog jamur. Jadi media budi daya bisa disesuaikan dengan potensi yang ada, tidak harus memelihara sapi.

“Sisa sayur rumah tangga dan makanan basi juga bisa digunakan dan diolah menjadi kompos dengan bantuan cacing. Jadi budi daya ini juga bisa dilakukan dalam skala kecil di rumah tangga,” ucapnya.

Dengan modal bibit per kilogram Rp 150 ribu, cacing beradaptasi sekitar dua minggu, kemudian sekitar 6 bulan cacing sudah mulai bertelur. “Satu ekor cacing bisa menghasilkan sekitar 5-8 cacing. Jadi perkembangannya cepat,” tukasnya.

Untuk budi daya dikatakan tidak membutuhkan tempat khusus. “Kalau skala kecil yang sempat saya ajarkan di Denpasar, di rumah tangga menggunakan ember atau bisa menggunakan para-para,” tandasnya.

Pupuk kotoran cacing yang dihasilkan memiliki kandungan komplit NPK, sehingga sangat bagus untuk tanaman. Dengan menggunakan pupuk cacing yang dibuat sendiri, ia mengaku bisa membuat pohon mangga yang memiliki musim, berbuah sepanjang tahun. (pur)