Akses dan Pembayaran Jadi Pertimbangan Milenial Beli Properti

TAHUN 2019 ada harapan dan optimisme di kalangan pengembang untuk menggarap peluang pasar baru di bisnis properti. Tak terkecuali di Bali, dengan potensi pasar milenial yang besar, diimbangi pasokan rumah dari pengembang yang memadai, diyakini akan mampu menggelorakan sektor properti tahun ini. Dalam memenuhi kebutuhan dan selera milenial tentu tak sama dengan generasi sebelumnya, akses dan indikator pembiayaan merupakan hal penting yang jadi pertimbangan segmen pasar generasi muda ini.

Menurut, praktisi properti, Bagio Utomo, Rabu (6/2) pasar milenial merupakan harapan baru di tahun 2019. Karena itu konsep baru pun wajib dikembangkan dalam pembangunan perumahan. Ini tentu menjawab selera milenial, baik dari sisi desain perumahan yang lebih menyentuh kebutuhan milenial, layout kawasan perumahan, rasis dan fasum, yang terpenting yakni kebudayaan pembiayaan.

Syukur katanya kini banyak bank yang mulai tertarik membiayai sektor properti. Bahkan dengan suku bunga yang kompetitif murah diyakini akan makin memacu minat beli milenial pada produk perusahaan yang dipasok pengembang. Demikian dengan rencana Kementerian Pembangunan Umum Perumahan Rakyat ( PUPR) dalam memfasilitasi kalangan milenial lewat kredit pemilikan rumah (KPR) khusus tanpa kreteria batasan gaji. Ini tentu stimulus positif yang akan menguntungkan semua pihak untuk bersama – sama menggelorakan sektor properti di Tanah Air.

Dia menilai sesuai dengan konsep kekinian dimana milenial lebih berpikir efisien, maka desain perumahan yang simpel, modern minimalis adalah salah satu pilihan yang bisa ditawarkan kepada mereka. Berlokasi di kawasan strategis lingkungan yang nyaman dan akses ke kota yang tak terlalu jauh akan memacu minat beli milenial. Yang terpenting dalam hal ini adalah kualitas produk perumahan yang terjamin karena pasar anak muda sangat selektif membeli.(gun)