SEMATKAN KARTU - Kabag Perekonomian Seta Kabupaten Bangli,  Ni Luh Ketut Wardani tengah menyematkan kartu kepada peserta pelatihan

Bangli (Bisnis Bali) – Bekerjasama dengan Badan Kerja Sama (BKS) LPD dan Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Kabupaten Bangli, PT Bank BPD Bali Cabang Bangli memberikan pelatihan perkreditan kepada kepala LPD se-Bangli. Pelatihan yang digelar di Bali Woso Upadesa, Bangli, pada Rabu (6/2)  diikuti  75 orang kepala LPD.

Direktur Operasional PT Bank BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom, M.M., mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan sinergi BPD dengan BKS-LPD dan LP-LPD Provinsi Bali, yang untuk 2019 ini baru pertama kali dilakukan. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi SDM LPD dan menyamakan persepsi terkait dengan proses perkeditan yang dijalankan. “Karena notabena bisnis perkerditan di LPD Hampir  sama dengan bisnis perkreditan di perbankan,” ujarnya.

Selain untuk meningkatan daya saing SDM di LPD, pelatihan ini juga  sebagai media sharing  dengan proses bisnis. Proses bisnis yang berkaitan dengan peningkatan sistem layanan yang dalam hal ini terkait dengan SOP dan IT. “Beberapa LPD telah memiliki  IT namun dari segi pengelolaan kita akan lakukan asesmen bersama yang kita koordinasikan dengan BKS-LPD dan LP-LPD Provinsi,” jelasnya.

Sejauh ini, diakuinya, LPD memiliki kontribusi kepada BPD yang 20-25 persen dana pihak ketiga (DPK) BPD disumbangkan oleh LPD. Disamping itu, dikatakannya, sinergi antara BPD dan LPD adalah wajib karena LPD merupakan bagian dari kekuatan perekonomian masyarakat desa adat.

Sementara itu, Ketua BKS-LPD Kabupaten Bangli, I Ketut Sudana mengharapkan agar kerjsama seperti ini bisa berlanjut kedepannya. Pelatihan ini dikatakannya menjadi motivasi bagi LPD untuk meningkatan SDM LPD khususnya di Bangli. “Kami harapkan peserta dapat mengikuti dengan serius  yang nantinya bisa diterapkan dan bermanfaat di LPD masing-masing,” jelasnya.

Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, mengatakan, sangat mengapersiasi kegiatan pelatihan ini yang diharapkan nantinya mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

“Pada intinya kondisi LPD di Bangli ada yang cukup sehat, sehat ataupun kurang sehat. Sehingga dengan diadakannya pelatihan seperti ini diharapkan mampu memperbaiki apa yang menjadi titik berat permasalahan di LPD,” terangnya. (wid)