Produk UMKM Bali Diyakini Mampu Bersaing di Pasar Bebas

Denpasar (Bisnis Bali) – Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) Bali yang bergerak di berbagai bidang usaha ekonomi memiliki peluang berkembang  didukung manajemen bisnis yang lebih baik.  Itu karena produk – produk ekonomi yang dihasilkan pelaku UMKM memiliki keunggulan tersendiri sehingga diyakini mampu bersaing di pasar bebas. Demkian Ketua  Kadin Kota Denpasar, Wayan Nugra Artana, baru  – baru ini.

Sebutnya, sejumlah produk UMKM Bali yakni produk kosmetik dan spa herbal, kerajinan emas, perak  dan lainnya, juga berbagai produk pertanian seperti, kopi, salak, lengkeng, dan banyak lagi jenis hasil perkebunan masyarakat Bali. Seiring dinamika pasar bebas, komoditi UMKM Bali ini tak hanya berpeluang memenuhi kebutuhan pasar lokal ( Bali) dan Indonesia, tapi juga ekspor. Menuju pasar ekspor tentu saja UMKM perlu berbagai kesiapan.

Selain kualitas produk tentunya yang terjamin, kontinuitas produksi, kemasan, indikator tak kalah penting adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) UMKM sehingga mampu mengadopsi kemajuan teknologi dan informasi dalam rangka menunjang pemasaran produk yang dimiliki secara digital. Selain itu pelatihan produksi juga penting untuk memacu kreativitas pelaku UMKM sehingga mampu memberikan nilai tambah tersendiri bagi kemajuan produk ekspor Bali.

Demikian dengan ajang – ajang promosi di luar negeri, juga penting melibatkan UMKM secara langsung untuk mengenalkan produk yang dimiliki kepada para buyer. Dicontohkan pada Festival Moskow, baru – baru ini merupakan kesempatan bagi UMKM memperluas jaringan pasar karena di Moskow berbagai produk pertanian Bali laku tinggi.

Sebelumnya pelaku usaha roastery kopi rubusta dan arabika Bali, Jaya Kusuma  menyampaikan, komoditi kopi Bali tak kalah khas untuk bisa bersaing di pasar ekspor. Untuk itu upaya meningkatkan kualitas kopi Bali secara terus – menerus mulai dari tingkat petani hingga perusahaan distributor diharapkan makin mampu meningkatkan harga jualnya juga kontinuitas produksi.

Selama ini permintaan kopi Bali lebih kepada memenuhi permintaan pasar di daerah seiring maraknya usaha kafe, dan terimbas kemajuan pariwisata. Dengan dukungan pihak terkait diyakini produksi kopi Bali makin mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terbuka di daerah dan dalam negeri, serta ke depan bisa ekspor. Dia optimis UMKM Bali yang bergerak di bidang ini tak kalah memiliki kesempatan untuk andil dalam meningkatkan raihan devisa bagi negara, jika berbagai hal menyangkut persyaratan ekspor dipermudah dan mendapatkan perhatian khusus. Demikian produk UMKM lainnya juga makin mampu ditingkatkan kualitasnya sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasyarakat.

Dia optimis bisnis UMKM merupakan usaha fundamental dalam perekonomian menghadapi luberan berbagai produk impor ke dalam negeri. Didukung kecintaan masyarakat Bali khususnya terhadap produk produksi daerahnya sendiri diyakini perekonomian akan meningkat seiring manfaat yang dirasakan masyarakat, baik pelaku UMKM maupun konsumen yakni orang Bali itu sendiri. (gun)