Kenali Tanda DB

Denpasar (Bisnis Bali) – Penyakit demam berdarah (DB) yang nampak tidak serius dengan gejala demam, namun cukup mematikan yang harus diwaspadai. Awal tahun ini kasus DB cukup terasa dan untuk mengantisipasinya perlu diketahui tanda-tandanya.

Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Penyakit Tropis dan Infeksi RSUP Sanglah, dr. I Ketut Agus Somia, Sp.PD-KPTI, belum lama ini mengatakan, tanda – tanda DB adalah nyeri hebat, sakit kepala, bahkan ada tanda yang menunjukkan ke arah pendarahan misalnya ada bercak – bercak merah kemerahan pada kulit. Untuk yang tanda- tanda seperti ini ia mengimbau agar segera ke faskes (fasilitas kesehatan). Faskes yang dituju bisa ke puskesmas karena di puskesmas kini telah tersedia laboratorium yang bisa menentukan jenis infeksi yang diderita pasien. “Apakah ke arah infeksi DB atau bukan,” ujarnya.

Jika terbukti DB, selanjutnya mengklasifikasikan kasusnya, apakah ringan, sedang atau berat. Jika kasusnya ringan, tak perlu dirawat inap di rumah sakit. Hanya saja mesti datang secara reguler ke faskes. “Jadi kalau ada tanda-tanda itu segera melaporkan kasusnya dan ikuti perjalanan penyakitnya,” pintanya.

Sedangkan jika ada tanda–tanda peringatan, petugas kesehatan akan menyarakan untuk rawat inap, bisa di puskesmas atau rumah sakit. Mengingat saat ini sudah ada puskesmas rawat inap. Dokter puskesmas pun dikatakan mampu melakukan perawatan kasus DB karena pedoman perawatan sudah ada. Misalnya dengan tanda peringatan berupa pengentalan darah, akan diberikan cairan infus yang juga sudah diatur dalam panduan penanganan.

Jika infeksi DB ada kecenderungan ke arah berat, akan direferal ke rumah sakit. Karena ada kasus berat yang disertai dengan gangguan fungsi organ tertentu, misalnya syok. “Di sini (di RSUP Sanglah) bisa dilakukan perawatan dan fasilitas ICU untuk melakukan perbaikan ada disini. Tidak perlu panik asalkan masyarakat bisa mengenali secara awal,” tandasnya.

Tanda-tanda kegawatdaruratan misalnya terjadi demam, kejang beberapa hari kemudian demamnya hilang. Hal ini dikatakannya perlu diwaspadai. “Tahu–tahu lemas dan perdarahan. Baru buru-buru ke faskes. Ya kalau begitu, terlambat. Apalagi kalau sudah ada disfungsi organ akan sulit diperbaiki. Jadi perawatan itu tujuannya sebisa mungkin mencegah terjadinya disfungsi organ,” imbuhnya.

Selain itu ia mengimbau untuk tidak menyepelekan demam. Karena demam dengan suhu di atas 38 derajat  berarti ada sesuatu yang tidak normal terjadi di dalam tubuh.  (wid)