Jus Cacing Atasi Berbagai Penyakit

Bangli (Bisnis Bali) – Jus cacing mungkin masih asing bagi sebagian besar masyarakat. Banyak orang merasa jijik atau tidak terbayang seperti apa rasa jus cacing. Tapi tak perlu khawatir karena jus ini terbuat dari campuran buah dan cacing, sehingga rasanya sangat enak.

Wayan Badan, pembuat jus cacing memaparkan, jus yang satu ini memiliki banyak khasiat dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. “Penyakit yang bisa disembuhkan diantaranya asma, tipes, diabetes, demam berdarah, stroke, darah tinggi, asam urat, asam lambung, anemia, diare, darah rendah, Hepatitis, jantung, ambeien, impoten dan lainnya. Saya sendiri sudah membuktikan, makanya saya berani menjualnya,” tuturnya kepada Bisnis Bali, Selasa (5/2).

Belakangan banyak penyakit degeneratif yang mengancam masyarakat akibat gaya hidup yang tidak sehat. Dengan mengkonsumsi jus cacing ternyata dengan cepat bisa menyembuhkan penyakit tersebut. “Kalau sebelumnya orang – orang mengetahui tentang kapsul cacing yang bisa menyembuhkan tipus. Tapi dengan jus cacing daya penyembuhannya bisa lebih cepat, contohnya kalau kapsul cacing menyembuhkan dalam 1 bulan dengan jus cacing hanya butuh waktu 1 Minggu,” terangnya.

Untuk mengkonsumsi jus cacing tergantung penyakitnya untuk tipus dengan terapi dalam satu Minggu sudah pulih kondisinya. “Kalau diabetes yang kami terapi butuh waktu satu bulan. Dari kondisi yang tidak bisa berjalan, sudah bisa berjalan lagi,” ungkapnya.

Jus cacing dibuat dari cacing lumbricus rubellus segar dicampur kombinasikan buah yang ada di Bangli seperti buah naga dan guava, sehingga rasa buah tersebut yang lebih mendominasi. Jus tersebut per botol 300 ml dijual Rp 35 ribu. Bila disimpan di kulkas bisa 3 Minggu bertahan.

Jus ini sudah mulai banyak dikenal dari mulut ke mulut dan karena dikenalkan  wisata edukasi di Batur Organik Park di Kintamani. Dikatakan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tempat wisata agrow ia memproduksi 20-30 porsi jus cacing.

“Untuk saat ini sudah banyak pesanan dari berbagai daerah di Bali. Memang ini pengenalan dari teman ke teman saja, dan belakangan saya sering mengikuti pameran. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang sehat dengan minum jus cacing,” pungkasnya. (pur)