PENYULUHAN – Suasana penyuluhan kesehatan untuk tenaga kebersihan di kawasan wisata Nusa Dua. 

Mangupura (Bisnis Bali) – Kebersihan di kawasan perhotelan Nusa Dua tidak lepas dari peran serta tenaga kebersihan. Kepala Sekretaris Perusahaan dan CSR ITDC Miranti N. Rendranti, Senin (4/2) mengatakan, dengan memberikan kontribusi kebersihan kawasan pariwisata Nusa Dua, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memberikan penyuluhan kesehatan bagi tenaga utama dalam menjaga kebersihan dan keasrian kawasan the Nusa Dua.

Ia mengungkapkan, kebersihan lingkungan di Bali masih menjadi sorotan pariwisata dunia. Di tengah beban yang harus ditanggung tenaga kebersihan, mereka juga perlu mendapatkan perhatian kesehatan di antara dalam bentuk penyuluhan kesehatan.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, ITDC mengadakan kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan kanker serviks. Penyuluhan diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI)  Cabang Bali, dan diikuti 50 orang  peserta yang merupakan tenaga utama dalam menjaga kebersihan dan keasrian kawasan the Nusa Dua.

Kegiatan yang dimotori oleh Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ITDC ini bertujuan meningkatkan awareness dan pengetahuan mengenai bahaya kanker serviks dan cara pencegahannya.

“Kegiatan ini kami adakan sebagai bentuk kepedulian ITDC terhadap kesehatan wanita, khususnya para wanita yang bekerja di lingkungan perusahaan, agar dapat mengenali berbagai risiko penyakit dan meningkatkan pola hidup sehat sehingga terhindar dari risiko-risiko tersebut,” kata Miranti.

Kegiatan penyuluhan juga dilakukan untuk mendukung program penanggulangan kanker serviks di Indonesia, mengingat Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi kanker serviks tertinggi di Asia.  Dengan penderita tidak kurang dari 15.000 perempuan setiap tahunnya, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bahkan menyebut kanker serviks sebagai penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. YKI memperkirakan setiap harinya dua puluh dari empat puluh wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, meninggal karena kanker serviks.

Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan ke-2 dari 10 kanker terbanyak pada wanita. Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks dan 80 persen orang yang aktif seks mengalami infeksi HPV. Adapun cara mendeteksi secara dini kanker serviks adalah dengan pap smear dan inspeksi visual asam asetat (IVA) yang dapat dilakukan di Puskesmas atau di rumah sakit terdekat. “Dengan perhatian kesehatan, tenaga wanita common bisa meningkatkan layanan kebersihan untuk sektor pariwisata,” katanya. (kup)