Bangli (Bisnis Bali) – Bupati Bangli I Made Gianyar menyebutkan, selain karena kasus kematian ibu dan bayi baru lahir, faktor utama yang menjadi penyebab belum tingginya usia harapan hidup di Kabupaten Bangli karena angka bunuh diri dan kecelakaan yang masih tinggi. Hal ini disampaikan Made Gianyar saat menghadiri pengukuhan 33 orang Bidan Praktek Mandiri menjadi Bidan Delima (Bidel) di Ruang Pertemuan Utama, RSUD Bangli. Acara ini juga dihadiri Ketua IBI Provinsi Bali Ni Ketut Adi Arini, Kadis Kesehatan Bangli dr. I Nengah Nadi, M.Kes dan pengurus dan anggota IBI Kabupaten Bangli.

Yang menjadi permasalahan utama kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli selama ini terjadi pada usia produktif dan didominasi oleh Anak Baru Gede (ABG). “Gara-gara tidak dibeliin HP bunuh diri. Gara-gara ditinggal pacar bunuh diri. Dan ini tentu menjadi permasalahan serius,” terangnya.

Untuk menekan kasus bunuh diri ini, Made Gianyar minta Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli bisa menggandeng forum keumatan, seperti Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli, maupun instansi terkait lain seperti Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli.

Dengan menggadeng PHDI masyarakat bisa diberikan edukasi bahwa mati dengan bunuh diri (ulah pati) tidak baik dan tidak dibenarkan oleh agama. Begitu juga dengan menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di sana banyak ilmu-ilmu bagus dalam pendampingan anak usia dini, remaja, bahkan sampai lansia. “Yang saya tahu, di sana banyak ada program-program bagus. Ada Bina Keluarga Balita (BKB), ada Bina Keluarga Remaja (BKR) dan ada Bina Keluarga Lansia (BKL). Dengan koordinasi yang baik, tentu semua permasalahan akan bisa diatasi,” jelasnya.

Terkait pengukuhan Bidan Delima, Bupati Made Gianyar mengatakan, bidan adalah salah satu tenaga kesehayan yang ada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Untuk itu ia minta para Bidan bisa terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa terus ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua IBI Provinsi Bali Ni Ketut Adi Arini mengatakan, Bidan Delima merupakan sistem standarisasi kualitas pelayanan bidan praktek mandiri, dengan penekanan pada monitoring dan evaluasi serta kegiatan pembinaan ataupun pelatihan yang rutin dan berkesinambungan.

Untuk menjadi Bidan delima, seorang bidan praktek mandiri harus mengikuti beberapa proses, sehingga bisa dikukuhkan menjadi seorang Bidan Delima. Ia menjelaskan, proses seleksi Bidan Delima diawali dengan pendaftaran, prakualifikasi dan verifikasi hasil, dilanjutkan dengan proses belajar melalui kajian mandiri, selanjutnya fasilitator Bidan Delima akan melakukan validasi dan verifikasi sebelum dinyatakan lulus menjadi Bidan Delima.

Saat ini IBI Cabang Bangli memiliki 330 orang anggota. Dari jumlah tersebut, 63 orang melaksanakan praktik mandiri. Sebelum disaksanakan pengukuhan hari ini, dari 63 orang bidan praktik mandiri, hanya 30 bidan yang sudah menjadi Bidan Delima. Sedangkan setelah pengukuhan terharap 33 orang bidan praktek mandiri hari ini, artinya seluruh bidan praktik mandiri di Kabupaten Bangli sudah menjadi Bidan Delima.

“Hari ini, dengan dilaksanakan pengukuhan terhadap 33 orang bidan menjadi Bidan Delima, artinya seluruh Bidan Praktek Mandiri di Kabupaten Bangli sudah menjadi Bidan Delima,” pungkasnya.
(ita)