Mangupura (Bisnis Bali) – Kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Pantai Kuta bisa sedikit terganggu dengan adanya sampah kiriman. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra, mengatakan, Pemkab Badung bersama lembaga terkait melalui tim melakukan reaksi cepat guna mengatasi masalah sampah di kawasan pariwisata.

Ia mengungkapkan, sumber sampah di Pantai Kuta berasal dari hilir sungai di Bali Barat serta Jawa Timur. Ini akibatkan dibawa banjir yang dihanyutkan ke tengah laut.

Ia menjelaskan, akibat angin Barat yang kencang menyebabkan sampah-sampah terdiri dari plastik, botol, ranting dan pohon-pohon hanyut ke tepi pantai. Sampah ini terdampar di Pantai Kedonganan, Kuta, Legian.” Ketiga pantai tersebut yang paling merasakan dampak sampah kiriman tersebut,” katanya.

Sampah kiriman ini tentu berdampak terhadap kebersihan pantai. “Sampah ini menyebabkan suasana yang kurang nyaman bagi wisatawan yang mengunjungi pantai,” katanya.

Solusi sementara penanganan sampah kiriman menggunakan cara manual. Ini membersihkan sampah-sampah dengan alat berat serta melibatkan unit reaksi cepat (URC) dari DLHK.

Menurutnya, ke depan perlu dikaji penanganan sumber sampahnya serta penggunaan teknologi yang dapat mengatasi masalah sampah kiriman tersebut.

Made Badra menegaskan, oleh karena kewenangan laut ada di provinsi sebaiknya penanganan sumber sampah kiriman  dikoordinasikan oleh Dinas Kelautan Propinsi Bali dengan tim Fakultas Kelautan Unud. “Mereka pernah mengajukan proposal terkait penanganan sampah tersebut,” katanya. (kup)