Jeruk Mandarin Dipercaya Bawa Rezeki saat Imlek

Denpasar (Bisnis Bali) – Imlek atau Tahun Baru Cina 2570 tentunya disambut suka cita terutama oleh warga keturunan Tionghoa di tanah air. Tahun Baru Imlek akan dirayakan pada 5 Februari 2019. Banyak hal menarik yang terkait dengan Imlek dan sudah menjadi ciri khasnya. Salah satunya penggunaan jeruk Mandarin, di samping berbagai pernak-pernik unik yang sesuai dengan shio babi tanah untuk tahun ini.

Store Manager Ramayana Bali Mall, Roger Ramschie mengatakan, pihaknya rutin menggelar promo belanja sesuai dengan momen spesial. Begitu pula saat momen Imlek tiba. Tak hanya menawarkan ragam busana, pihaknya juga menyediakan berbagai kebutuhan Imlek, seperti jeruk Mandarin dan jeruk Santang.

Program spesial Imlek ini sudah disiapkan sejak hampir sebulan lalu. Khusus buah jeruk disiapkan seminggu sebelum Imlek. “Tiap Imlek akan tiba, permintaan jeruk Mandarin pasti meningkat. Begitu pula jeruk Santang, hanya saja jeruk jenis ini ketersediaannya sedikit. Harga jeruk Mandarin jenis Honey Ponkan Rp1.450 dan jeruk Santang Rp1.500 per ons,” sebut Roger.

Sementara itu, Budi dari Gianyar yang akan merayakan Imlek, menyebutkan buah jeruk menjadi salah satu sarana persembahan saat Imlek. Menurutnya, tidak ada keharusan memakai jenis jeruk tertentu, namun disesuaikan dengan ketersediaan di pasaran. Karena belakangan lebih banyak yang menggunakan jeruk Mandarin, sehingga jeruk ini menjadi identik dengan Imlek.

“Bagi kami, jeruk biasanya dipakai untuk persembahan dan hiasan rumah. Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan chi zhe. Chi artinya rezeki dan zhe artinya buah. Sehingga jeruk dimaknai sebagai buah pembawa rezeki,” ujar Budi.

Selain itu, kata Budi, warna orange dari jeruk yang cerah dan cantik juga memiliki makna tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna oranye cerah ini dianggap sebagai lambang emas. Secara tidak langsung, emas yang dimaksud adalah rezeki berupa uang. Pada saat Imlek, jeruk juga dibagi-bagikan ke sanak keluarga dengan maksud agar rezeki terus bertambah. (dar)