Inilah Lambang Kue Keranjang, Sajian Khas Imlek

Denpasar (Bisnis Bali) – Tahun Baru Cina atau yang dikenal dengan Imlek, banyak sekali mengadopsi budaya dan kebiasaan unik yang juga berlaku di Indonesia. Salah satunya kebiasaan menyantap kue keranjang. Di Cina terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun. Hal ini juga berlaku untuk masyarakat lainnya yang merayakan imlek.

Nian Gao adalah kata lain untuk kue keranjang ini, kata Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.

Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

“Proses Pembuatannya sebenarnya tidak jauh berbeda dari pembuatan dodol pada umumnya, namun untuk kue keranjang waktu pengolahan lebih lama. Hal ini pula yang membuat kue khas imlek ini menjadi tahan lama, bahkan dengan cara tertentu bisa sampai berbulan bulan,” ungkap Nia pembuat kue keranjang di bilangan jalan Nangka Denpasar.

Pemesanan kue keranjang terlihat meningkat dari 2 minggu sebelum imlek, hal ini di sebabkan karena beberapa orang yang merayakan sudah mulai menghaturkan kue dengan rasa manis ini dari 7 hari sebelum imlek. “Ada beberapa orang sudah mulai menghaturkan kue dari 7 hari sebelum imlek, dengan harapan rejeki dan kehidupan akan terus makin baik dan manis seperti rasa kue ini, sementara kue dikenal tahan lama menandakan umur yang panjang,” terangnya.

Kue keranjang dibuat dengan ukuran yang beragam, dari besar hingga kecil. Biasanya kue akan disusun tinggi dari besar ke kecil yang menandakan rejeki seseorang. Sementara untuk harga juga beragam sesuai ukuran kue ini. Ada jenis kue keranjang yang bisa dimakan langsung dan ada juga kue yang bertekstur keras sehingga tahan berbulan bulan, untuk menikmatinya bisa digoreng terlebih dahulu, dikukus atau di rebus menjadi bubur dengan berbagai campuran. (ita)