Motif Beragam, Angkat Penjualan Perajin Keben Bangli

Bangli (Bisnis Bali) – Perajin keben di kabupaten Bangli merasakan meningkatnya permintaan setelah berinovasi menciptakan motif baru dan beragam.

“Permintaan keben sekarang lebih meningkat karena motif yang di tawarkan semakin beragam. Selain itu bahan juga semakin berkualitas karena diproses dengan baik,” ungkap Aristini perajin keben asal Desa Tanggahan, Bangli.

Saat ini banyak konsumen yang menyukai keben dengan motif ulatan dengan kolaborasi warna, meski penjualan sempat turun karena adanya keben decopage, tapi konsumen kembali beralih ke keben klasik dengan motif yang cantik.

“Motif yang banyak disukai seperti swastika, wayang, dan ada juga yang memilih keben motif catur dengan dilengkapi nama pemilik. ini pula kelebihan dari keben ulat motif dibandingkan dengam keben decopage” Jelas Aristini.

Perawatan keben ulat motif ini tentu lebih gampang dibandingkan dengan decopage, yang apabila pembuatannya kurang teliti atau bagus pastinya hasilnya akan kurang bagus. Keben ulat motif ini juga tidak lekang oleh waktu karena tidak ikut tren seperti halnya keben decopage.

Harga keben ulat dengan motif ukuran sedang dipatok antara Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu rupiah. Harga ini sudah merupakan harga keben kualitas bagus dan motif dua warna hingga lebih. (ita)