Giatkan Kredit Produktif, LPD Kuta Miliki 24 Wirausaha Binaan

Mangupura (Bisnis Bali) – Program Berani Menjadi Wirausaha (BMW) yang dirintis LPD Desa Adat Kuta, Badung sejak 2017 lalu telah memiliki 24 wirausaha binaan. Program yang telah berjalan dengan baik ini akan menambah 15 wirausaha lagi tahun ini untuk kembali dilakukan pembinaan.

Kepala LPD Desa Adat Kuta I Wayan Budha Artha, Se., MM, saat ditemui belum lama mengatakan, dari 24 wirausaha yang dibina sejak 2 tahun terakhir ini, 75 persen diantaranya sudah mampu mengembalikan dana yang digulirkan pada awal pembinaan sebagai modal usaha.

“Hal ini tentunya menunjukan hasil yang sangat baik, di mana masyarakat tersebut sudah mampu mengelola usaha yang dimiliki sehingga bisa mengembalikan modal yang diberikan sebelumnya. Selanjutnya mereka pun membutuhkan modal yang lebih besar dan tugas kami adalah menyiapkan kredit dengan bunga yang rendah khusus untuk kegiatan produktif,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak peluang yang bisa digarap masyarakat untuk dijadikan usaha, terlebih lagi Kuta menjadi daerah wisata yang cukup terkenal. Terkait pembinaan yang dilakukan, LPD Desa Adat Kuta memiliki tim kreatif yang membantu membangun dan mengembangkan usaha-usaha milik masyarakat. “Untuk sementara kita bisa lakukan konsep ATM (amati tiru modifikasi) untuk mampu menangkap peluang usaha saat ini dan meningkatkan eksistensi,” ujarnya.

Melalui program BMW ini, pihaknya gencar mengajak masyarakat untuk berwirausaha. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kredit produktif di masyarakat yang akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Menurutnya, sudah seharusnya LPD bergerak di kredit produktif, tidak hanya menyasar kredit konsumtif yang selama ini banyak dilakukan LPD. “Semoga dengan program ini, LPD Kuta bisa menjadi pilot project yang bisa dikembangkan oleh LPD lainnya nanti,” ungkap pria yang juga sebagai Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Kabupaten Badung ini.

Diakuinya, program ini menganggarkan dana sosial yang dimiliki LPD untuk pemberian modal pinjaman tanpa bunga dan tanpa anggunan kepada pelaku usaha yang masih dalam binaan untuk di awal pembangunan usaha. Pemilihan pelaku usaha menjadi binaan dilakukan dengan seleksi sesuai ketentuan yang diawali dengan sosialisasi ke banjar-banjar. (wid)