Bupati Eka Serahkan Punia Pembangunan kembali Pura Desa Sila Sedana

Bupati Eka di damping Kapolres Tabanan menyerahkan punia kepada perwakilan pengempon Pura Desa Sila Sedana, Lombok Utara

Tabanan (Bisnis Bali) –
Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan punia untuk pembangunan kembali Pura Desa Sila Sedana yang berlokasi di Desa Selelos Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Sebelumnya, pura desa tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak dari gempa bumi 7 SR yang mengguncang Lombok Utara beberapa waktu lalu.
Dana punia yang mencapai Rp 244.056.000, merupakan punia masing-masing OPD di Kabupaten Tabanan serta Bupati Tabanan. Penyerahan dana punia tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Eka kepada perwakilan pengempon Pura Desa Sila Sedana, Selasa (29/1) di Pura Luhur Batukaru.
Bupati Eka dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, berterimakasih kepada Kapolres Tabanan, AKBP Made Sinar Subawa yang telah membantu memfasilitasi, sehingga dana punia ini tepat sasaran. Imbuhnya, dana punia ini merupakan urunan iklas dari OPD di kabupaten Tabanan.
“Dana punia ini merupakan salah satu bentuk saling membantu, terlebih umat Hindu di Lombok Utara yang sedang mengalami kesusahan dan belum pulih benar dari bencana gempa,” tuturnya.
Sementara itu, Kelian Banjar Dharma Susila Desa Selelos yang mewakili pengempon Pura Desa Sila Sedana, Made Budi mengatakan, gempa bumi beberapa waktu lalu berdampak pada hancurnya sejumlah bangunan di Pura Desa Sila Sedana. Imbuhnya, padahal pura tersebut baru saja selesai dibangun dan rencananya akan diadakan upacara ngenteg linggih.
“Namun saat persiapan upacara Ngenteg Linggih sudah 95 persen dan upacara akan berlangsung 1,5 bulan lagi, bencana gempa melanda,” ujarnya.
Paparnya, pembangunan Pura Desa Sila Sedana dilakukan sejak 2011 dengan iurunan dari pengempon dengan besaran Rp 4.750.000 per KK dan mendapatkan bantuan untuk pembangunan Bale Agung mencapai Rp 95 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tambahnya, 2017 pembangunan pura tersebut telah rampung dan pengempon sudah menyiapkan banten untuk upacara.
“Terjadinya gempa, menyebabkan enam pelinggih rata dengan tanah, bahkan semua persiapan upacara yang sudah hampir selesai juga rusak dan tidak bisa dipakai lagi,” tandasnya.
Sambungnya, saat ini atau pascagempa secara perlahan berusaha menggalang dana agar bisa membangun kembali Pura Desa warga Desa Selelos. Perkiraannya, jika dihitung dari kerusakan, membutuhkan setidaknya dana hingga Rp 775 juta untuk bisa membangun Pura Desa kembali.
“Dana yang sudah terkumpul, termasuk dari bantuan Bupati Tabanan ada sekitar Rp 350 juta saat ini. Rencananya, dengan dana tersebut pelan-pelan akan mulai melakukan pembangunan secara bertahap,” tegasnya.*man