AUDIENSI - Jenderal Manajer Bisnis untuk wilayah Asia Tenggara Alibaba Group, Dr. Cerry Huang saat audiensi dengan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di ruang kerjanya, Senin (28/1).

Denpasar (Bisnis Bali) – Perusahaan teknologi raksasa asal Cina, Alibaba Group melirik Bali sebagai mitra kerja sama di bidang pariwisata. Mengingat Pulau Dewata ini beberapa tahun terakhir telah menjadi primadona warga Cina untuk berlibur. Hal itu disampaikan oleh Dr. Cerry Huang, Jenderal Manajer Bisnis untuk wilayah Asia Tenggara Alibaba Group kepada Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam audiensi di ruang kerjanya, Denpasar, Senin (29/1).

Dalam kesempatan itu, Cherry Huang menjelaskan jika Alibaba merupakan sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang e-commerce. “Semua jenis e-commerce kami sediakan, mulai dari business-to-business (B2B), business-to-costumer (B2C), hingga costumer-to-costumer (C2C),” jelasnya.

Salah satu produk unggulannya adalah sistem pembayaran non-tunai melalui Alipay yang menggunakan sistem mobile payment (pembayaran melalui telepon pintar). Mengingat kebutuhan transaksi non-tunai yang makin meningkat, serta makin banyaknya wisatawan asal Cina berlibur ke Bali, Alibaba Group ingin kerja sama dengan pengusaha-pengusaha pariwisata di Bali serta sejumlah bank untuk membuat aplikasi panduan wisata di sini. “Jadi para wisatawan Cina lebih mudah berwisata di Bali, mereka harus ke mana dan restoran yang bagus bisa dicari melalui aplikasi tersebut,” jelasnya.

Guna memudahkan rencana itu, maka perlu dilakukan kerja sama dengan para pengusaha pariwisata di Bali. Selain itu, kerja sama dengan bank juga diperlukan agar memudahkan wisatawan melakukan pembayaran dengan mobile payment.

Lebih jauh Cherry Huang mengatakan, perusahaan besutan Jack Ma tersebut telah berhasil menjalankan aplikasi tersebut di Thailand dan Vietnam, sehingga wisatawan mandiri asal Cina makin banyak mengunjungi negara tersebut. “Untuk tiga tahun terakhir ini, jumlah wisatawan mandiri asal Cina makin meningkat, jika dulu 80 persen wisatawan Cina menggunakan jasa agen perjalanan dan mereka datang dengan grup. Akan tetapi, tiga tahun belakangan jumlah wisatawan mandiri meningkat hingga 50 persen, sehingga mereka sangat mengandalkan aplikasi pemandu seperti ini,” katanya.

Melihat keberhasilan Alibaba Group di kedua negara tersebut, Cherry Huang berharap hal yang sama juga bisa dilakukan di Bali. “Kami yakin jika aplikasi ini dijalankan di Bali akan sukses, mengingat nama Bali juga sudah sangat terkenal di negeri kami,” katanya.

Mendengar paparan tersebut Wagub Cok Ace menyambut baik, dan mendukung kerja sama dilakukan secepatnya. Ia mengakui juga pihaknya sedang menggaet kembali wisatawan Cina ke Bali. Cina dan Bali menurut Cok Ace tidak hanya memiliki hubungan kerja sama saja. “Namun lebih dari itu, sejak dulu kedua belah pihak telah memiliki hubungan historis dan budaya yang sangat erat. Jadi ke depan saya ingin mengajak masyarakat Cina datang ke Bali sembari melihat peninggalan nenek moyang mereka di sini,” katanya.

Untuk itu, Cok Ace mengundang pihak Alibaba Group untuk melihat Festival Batur yang akan diselenggarakan pada 6 Februari mendatang. Ia mengakui festival ini memang khusus disiapkan untuk menyambut tahun baru Imlek beserta turis Tiongkok. Karena festival tersebut akan menceritakan sejarah kerja sama Bali dan Cina di abad ke-13.

Mengenai kerja sama dengan pengusaha lokal dan bank di Bali, Cok Ace menyambut baik. Akan tetapi untuk masalah perbankan, disarankan agar menghubungi Bank Indonesia terlebih dahulu sebagai otoritas perbankan dan pembayaran di Indonesia. (pur)