LAPORAN - Pengurus EDM sedang memberikan penjelasan laporan kepada anggotanya.

Gianyar (Bisnis Bali) – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ema Duta Mandiri (EDM) hingga 2018 memiliki jumlah aset sebesar Rp 75,05 miliar, yakni mengalami kenaikan sebesar Rp 13,81 miliar (22,53 persen) dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 61,24 miliar. Ke depan EDM akan melakukan seleksi anggota baru yang produktif, sehingga anggota benar-benar berpartisipasi mengembangkan EDM dan meningkatkan kesejahteraan.

Hal itu terungkap dalam Pra-Rapat Anggota Tahunan (RAT) EDM di Ball Room Graha Kariana Lt.3, Sabtu (26/1) ) lalu, Jln. By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No 111 x Perempatan Pantai Saba, Gianyar.

Dalam acara Pra RAT  ini, dibuka langsung oleh Kabid BLK Dinas Koperasi Gianyar, Drs. I Wayan Suniarsa, serta dihadiri oleh Ketua Dekopinda Gianyar, I Ketut Saban.

Ketua KSP EDM, I Wayan Murja, S.E. M.M., bersama pengurus koperasi EDM dan segenap anggota koperasi EDM, siap untuk menghadapi tantangan,  persaingan dalam dunia koperasi yang makin sengit di Bali.

Salah satu strategi bersaing di 2019 ini, kata Murja, adalah program kerja, inovasi dalam usaha-usaha koperasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, menjaga NPL di bawah 1 persen, hingga pembangunan secara bertahap kantor baru yang representatif berlantai 4 di Kota Denpasar. “Kami siapkan program kerja dan inovasi, terutama dalam usaha kredit. Salah satunya dengan paket kredit dengan bunga yang bersaing, katanya.

Lanjut Murja, karena sistem pengelolaan, perputaran dana dan kondisinya yang sehat, koperasi yang berdiri sejak Tahun 2000 ini memiliki NPL (Non Performing Loan) alias kredit bermasalah hanya 2,50 persen. “NPL kami sangat kecil. Batas toleransinya 5 persen untuk NPL, tetapi kami di bawah angka 5 persen. Jadi koperasi kami ini kondisinya sehat,” tegasnya.

Murja mengatakan, Koperasi EDM  saat ini memiliki aset tembus Rp 75,05 miliar yang diproyeksikan tumbuh di 2019 ini sebesar Rp 13,88 miliar sehingga menjadi Rp 85,84 miliar. Sementara piutang pinjaman anggota juga diproyeksikan di 2019 ini bisa tembus di angka Rp 63,19 miliar, atau naik sebesar Rp 9,24 miliar (naik 17 persen). “Dari sejumlah kredit yang kami salurkan itu dominan dipakai oleh anggota koperasi EDM. Jadi tujuan pendirian koperasi untuk kesejahteraan anggota, benar-benar terwujud. Maka itu kami fokus merekrut anggota yang produktif. Meskipun kami tidak menutup juga untuk menyalurkan kredit kepada pihak luar atau non-anggota koperasi yang kemudian direkrut menjadi anggota,” jelasnya.

EDM ke depan akan tetap melakukan ekspansi dengan menerima anggota baru yang akan ikut bergabung. Saat ini anggota Koperasi EDM berjumlah 2.985 orang. “Selain dari seluruh kabupaten yang ada di Bali, anggota kami juga ada dari luar Bali, yakni 1 orang dari Sulawesi Barat, 1 orang dari Sumatera Barat dan seorang lagi dari Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara perwakilan dari Dinas Koperasi Gianyar dan Ketua Dekopinda Gianyar, meminta sinergisitas antara tiga pilar koperasi yakni pengawas, pengurus dan anggota.untuk peningkatan dan kemajuan koperasi EDM. “EDM juga harus lebih banyak mencari inovasi-inovasi untuk mengembangkan koperasi ini menjadi maju untuk kesejahteraan anggota,” katanya. (sta/bk)