Kemasan Nonplastik mulai Banjiri Pasar

Mangupura (Bisnis Bali) – Produk kemasan Nonplastik mulai ditawarkan di sejumlah pasar swalayan di Kabupaten Badung. Mulai dari kotak, gelas, mangkok dan sedotan kertas ditawarkan sebagai pengganti produk plastik sekali pakai.

“Untuk mematuhi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai kami sudah mengurangi memasarkan produk berbahan plastik sekali pakai. Sebagai alternatif kepada konsumen, kami tawarkan produk berbahan kertas yang ramah lingkungan,” tutur Gede Indra, Manajer salah satu swalayan di jalan Raya Canggu, Kabupaten Badung.

Sebagai kawasan pariwisata, dikatakan banyak wisatawan dan ekspatriat yang berbelanja dan mereka memang lebih disiplin serta lebih perduli terhadap lingkungan. “Kalau masyarakat lokal masih banyak yang mencari dan menanyakan produk plastik, seperti gelas plastik sekali pakai. Tapi kalau ekspatriat selalu menanyakan produk yang ramah lingkungan,” ucapnya, Minggu (27/1).

Kesadaran masyarakat memang masih harus ditumbuhkan. “Dengan pergub ini, otomatis masyarakat dipaksa untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai. Tapi karena sudah terbiasa menggunakan plastik, memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan,” tukasnya.

Diakui, harga produk berbahan kertas lebih mahal dari produk plastik sekali pakai. “Selisih harga bisa empat sampai lima kali lipat, makanya masyarakat berpikir untuk beralih ke produk ramah lingkungan,” katanya.

Seperti contoh untuk gelas plastik sekali pakai 50 pcs harganya hanya Rp 12 ribu, sedangkan gelas kertas Rp 25 ribu hanya dapat 20pcs. Sedotan plastik Rp2.000 dapat 15 pcs sedang sedotan kertas Rp12 ribu  hanya dapat 20 pcs. Begitu juga dengan mangkok kertas yang dibandrol Rp24 ribu untuk 5 pcs. Sedang untuk box makan kertas dibanderol mulai Rp 34 ribu untuk 10 pcs.

Dikatakan, untuk tas belanja pihaknya juga menawarkan yang  berbahan kain kepada pelanggan bagi yang tidak membawa tas belanja sendiri. (pur)