Panas Ekstrim Timbulkan Biang Keringat

Denpasar (Bisnis Bali) – Cuaca panas yang cukup ekstrim beberapa minggu belakangan, mengakibatkan banyak orang yang terserang biang keringat atau miliaria. Gangguan kulit tersebut meski terkesan sepele, namun cukup mengganggu.

Spesialis kulit, dr. Laksmi Duarsa, Sp.KK., mengungkapkan, beberapa hari belakangan banyak pasiennya datang dengan keluhan miliaria. “Banyak pasien yang datang dengan kondisi sudah agak parah. Sehingga memang membutuhkan penanganan dari dokter,” terangnya kepada Bisnis Bali, Senin (21/1).

Biang keringat atau miliaria adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal, serta bisa menimbulkan rasa perih pada bagian kulit. Biang keringat umumnya terjadi pada bayi, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya ketika cuaca sedang panas atau pada lingkungan yang bersuhu lembap.

“Biang keringat biasanya muncul beberapa hari setelah kita terkena paparan sinar matahari atau suhu panas. Biang keringat bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tapi lebih sering muncul pada bagian leher, punggung, dada, dan bagian paha,” ucapnya.

Ada beberapa jenis biang keringat menurut tingkat keparahannya. Tanda dan gejala yang muncul juga bervariasi pada setiap jenisnya. Miliaria kristalina adalah jenis biang keringat yang paling ringan dan hanya mempengaruhi saluran keringat dari lapisan kulit teratas. Biang keringat jenis ini biasanya tidak gatal dan tidak terasa sakit.

Miliaria rubra, muncul di lapisan kulit yang lebih dalam dan biasanya terjadi pada daerah bersuhu panas atau lembap. Gejalanya yaitu sensasi gatal dan menyengat disertai munculnya bintik merah. Kulit akan mengalami peradangan dan terasa sakit akibat dari keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit.

Jenis lainnya yaitu miliaria pustulosa yaitu biang keringat yang sudah mengalami peradangan dan berisi nanah. Dan miliaria profunda adalah jenis biang keringat yang bersifat kronis dan sering kambuh. Tandanya  bintim berwarna merah yang berukuran lebih besar dan lebih keras.

“Biang keringat biasanya bukan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan secara khusus. Biasanya dapat pulih dengan sendirinya dengan mendinginkan kulit serta menghindari paparan panas, tapi kalau terjadi infeksi segera temui dokter jika ruam terlihat makin parah, gejala  yang muncul bertahan cukup lama, demam dan rasa sakit bertambah dan keluar nanah,” tukasnya.

Biang keringat disebabkan oleh keringat yang terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap akibat kelenjar keringat tubuh yang terhambat. Sebagai akibatnya, kulit mengalami peradangan dan timbul ruam.

“Penyebab biang keringat diantaranya suhu lingkungan yang panas dan lembap. Olahraga atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga bisa menyebabkan terjadinya biang keringat,” ucapnya

Untuk menghindari biang keringat hindari panas berlebih, cari tempat teduh dan minumlah banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jaga kulit tetap dingin dengan berendam atau mandi bisa membantu menjadikan tubuh terasa sejuk dan menghindari keringat berlebih. Pakai pakaian yang mudah menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan menganggap lotion yang bisa menutup pori-pori kulit.

Untuk pengobatan biasanya orang menggunakan bedak, bila kondisi tidak parah. Tapi bila terjadi infeksi sebaiknya segera ke dokter.  “Bisa mengkonsumsi antihistamin untuk meredakan gatal-gatal pada kulit. Kemudian gunakan krim Hidrocortison atau Kalamin lotion yang sangat efektif untuk mengatasi bagian kulit yang mengalami gatal-gatal dan iritasi,” pungkasnya. (pur)