KOMITMEN - Pengurus yayasan nonprofit foto bersama para UMKM, serta berkomitmen untuk memberikan edukasi tata kelola pengembangan yang komprehensif kepada sektor dunia usaha.

Denpasar (Bisnis Bali) – Sejatinya sumbangsih dan peran keterlibatan sektor usaha mikro  kecil dan menengah (UMKM) di tanah air sangatlah strategis dalam memperkuat perekonomian nasional. Untuk itu diperlukan pembinaan kapasitas dan kinerja yang mumpuni serta mempunyai nilai tambah sehingga mampu memiliki daya saing di era global.

Business & Export Development Organization (BEDO) merupakan suatu yayasan nonprofit bagi UMKM berkomitmen untuk memberikan edukasi tata kelola pengembangan yang komprehensif kepada sektor dunia usaha.

“BEDO saat ini terdiri dari 240 anggota dengan berbagai usaha diantaranya sektor usaha garment, home decor, special product, food dan service. Di BEDO para anggota melakukan knowledge sharing dengan anggota lain, salah satunya dengan melakukan pertemuan rutin bulanan dengan berbagai topik terkini, maupun dalam kegiatan-kegiatan khusus yang menarik,” kata Dwi Iskandar, Ketua BEDO Periode 2019-2021 di Denpasar, Jum’at (18/1) lalu.

Di Tahun 2018, BEDO telah bermitra dengan ILO, PT.  HM Sampoerna, tbk.  melalui CSR Sampoerna untuk Indonesia, CBI Belanda, Kementerian Luar Negeri – Departemen Kerjasama Ekonomi ASEAN, Kementerian Perdagangan-PPEI/ Pusdiklat dan secara keseluruhan telah memberikan pelatihan kepada 1039 UMKM di Pulau Jawa, Bali dan Lombok.

Di Tahun 2019, BEDO menargetkan sekitar 2000 UMKM yang akan dibina dan masih melanjutkan dengan mitra BEDO sebelumnya dan membuka diri untuk masuknya mitra baru.

Menurut Dwi Iskandar, Pengurus terpilih telah membuat program-program unggulan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis para anggota BEDO, salah satu program yang telah dan akan diterima oleh member adalah pelatihan SCORE, yaitu program untuk meningkatkan daya saing perusahaan melalui efisiensi kerja. Selain itu, BEDO juga membuat program Export Coaching untuk pengembangan pemasaran yang berorientasi ekspor.

“BEDO berharap anggotanya menjadi sukses dalam mengelola bisnis tanpa melupakan tanggung jawabnya di masyarakat, baik secara sosial maupun lingkungan, Informasi lebih detail tentang BEDO di dapat dilihat di www.be-do.org,” kata Dwi Iskandar yang selama ini dikenal sebagai perancang busana ternama di Bali ini. BEDO juga sudah sejak lama menerapkan zero single use plastik sehingga semua kegiatan BEDO diusahakan lebih ramah lingkungan. (gun)